BERITA SUKABUMI – Anwar Satibi (38), ayah Nizam Syafei (12 tahun), mengungkapkan bahwa anaknya pernah menjadi korban KDRT pada 2025 oleh ibu tirinya.
“KDRT ini, sudah pernah terjadi cuma dimediasi, karena istri sempat sujud ke saya jangan lapor mamah mau tobat,” ujar Anwar, Jumat (20/2/2026).
Akhirnya, kata Anwar, terjadi lah perdamaian dengan istrinya, sehingga laporan polisinya di Polres Sukabumi tidak berlanjut.
“Sebetulnya laporan saya tahun 2025 kemarin di Polres Sukabumi masih belum dicabut,” kata Anwar.
Anwar mengaku, kini tengah mencari kejelasan soal penyebab kematian anaknya Nizam Syafei, karena seperti ada luka bakar yang terdapat pada sekujur tubuh korban.
“Luka-luka ini lah yang menjadi dugaan saya adanya KDRT pada Nizam oleh ibu tirinya. Maka, saya mendorong untuk dilakukan autopsi,” tuturnya.
“Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah, tapi ingin memastikan dari kematian anak saya Nizam,” tambahnya mengakhiri.
Sebelumnya, viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi bocah berusia 12 tahun bernama Nizam Syafei dipenuhi dengan luka disekujur tubuhnya.
Dalam video viral itu, Nizam berstatus sebagai santri disebut menjadi korban dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.
Bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu, kini telah dikabarkan meninggal dunia pada Kamis 19 Februari 2026 sore.
Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari pihak forensik.
“Sudah sedang berjalan penyelidikan, sambil nunggu hasil otopsi,” pungkas AKP. Hartono. (Roni Mahendra)






