BERITA BEKASI – Dua hari sudah Subhi (26) terlantar di Kota Bekasi demi memperjuangkan mobil milik Kiai-nya salah satu pemilik Pondok Pesantren di Purwakarta, Jawa Barat.
Pasalnya, Mobilio berwarna putih tersebut tiba-tiba dihadang mata elang (matel) dilampu merah usai mengantar dua ustadz untuk ikut test petugas Haji di Islamic Centre Kota Bekasi.
“Kejadiannya kemarin Kamis 11 Desember 2025 sekitar pukul 13.28 WIB diperempatan lampu merah,” kata Subhi kepada Matafakta.com, Sabtu (13/12/2025).
Waktu itu, lanjut Subhi, dirinya tiba-tiba dipepet satu mobil pribadi dan satu motor sekurangnya 4 orang dan dibawa kesebuah Ruko tak jauh dari lokasi, tapi bukan kantor Leasing MUF.
“Kaya Ruko begitu bang, bukan kantor Leasing. Saya diminta siapkan uang Rp27 juta kalau mobil mau kembali,” tutur Subhi.
Subhi pun berusaha untuk meminta bantuan melalui beberapa pihak baik dari oknum LSM maupun dari oknum Media di Kota Bekasi yang bersedia ingin membantunya.
“Sudah bang kita coba masuki 2 bulan cicilan sesuai telatnya baru 2 bulan Rp7 juta sama mohon untuk biaya tarik atau BT-nya Rp5 juta jadi total Rp12 juta, tapi tidak direspon sama matel tersebut,” jelasnya.
Bahkan info terakhir, kata Subhi, salah satu dari mereka kembali menghubunginya meminta biaya BT Rp18 juta diluar dari cicilan 2 bulan Rp7 juta jadi total Rp26 juta.
“Dari awal saya sudah terbuka hanya punya uang Rp12 juta mentok-mentoknya berusaha paling dapat Rp15 juta sama cicilan 2 bulan sesuai telatnya, tapi tetap jauh dari harapan matel tersebut,” imbuhnya.
Selama ini, kata Subhi, mobil Kiai yang jadi operasional Pondok Pesantren di Purwakarta tersebut, tidak pernah telat namun terakhir memang keadaan lagi susah.
“Saya juga bingung mobil baru telat 2 bulan langsung dibetot matel. Saya juga berterima kasih sama sama teman LSM dan Media yang sudah berusaha meski belum juga berhasil,” pungkasnya. (Roni Mahendra)






