BERITA BEKASI – ML (22) korban pencabulan di Bekasi mengaku awalnya takut mengungkap prilaku bejat ayah angkatnya, MR selama bertahun-tahun.
“MR merupakan sosok seorang Kiai berpengaruh diwilayah Bekasi yang memiliki banyak pengikut dan jema’ah,” kata ML lirih ketika ditemui Matafakta.com, Rabu (27/8/2025) malam.
Selain seorang guru, kata ML, MR merupakan Ketua Forum Pembela Alim Ulama (FPAU) yang aktif mengajar dan rutin memberikan ceramah agama.
“MR sudah dipandang sebagai sosok yang taat, soleh dan alim, sehingga orang tidak akan percaya dengan prilaku buruk MR,” tutur ML yang awalnya ragu untuk mengungkapkan prilaku MR.
Bahkan, lanjut ML, istri MR sendiri pernah memergoki prilaku suaminya MR saat melakukan perbuatan cabul dirumahnya namun istrinya justru berbalik menyerang dirinya.
“Malah saya yang dimarahi ibu angkat. Saya dituduh merayu ayah angkat saya MR. Dari kejadian itulah mental saya kembali terganggu untuk mengungkap ini,” imbuhnya.
ML mengaku, diangkat anak oleh MR sejak baru berusia 16 bulan. Pada usia 12 tahun keperawanannya direngut oleh ayah angkatnya MR.
“Udah keperawanan kamu buat ayah aja. Ayah sayang banget sama kamu,” kata ML menirukan rayuan MR saat itu.
Dengan usianya yang masih belia, ML pun tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa pasrah menerima aksi bejat dari ayah angkatnya yang tega merengut kesuciannya.
“Sekarang lah saya setelah dewasa mencoba memberanikan diri dengan beberapa dukungan keluarga untuk mengungkap prilaku bejat MR,” ujarnya.
Selain ML Ada Korban Lain Yakni, SL
Saat wawancara dengan Matafakta.com disamping ML ada satu perempuan yang menyimak serius dengan tatapan kosong seakan merasakan tekanan yang selama ini dialaminya yakni, SL (21).
SL merupakan korban kedua dari prilaku bejat MR yang kesuciannya direngut sejak duduk dibangku SMP. Rayuan maut MR tak jauh berbeda dengan yang dialami ML.
“SL juga korban MR. Alasannya sama SL ngak berani mengungkap, karena orang tidak akan percaya dengan prilaku bejat MR. Apalagi MR dikenal sebagai sosok Kiai,” ulas ML.
Masih kata ML, ketika persoalan prilaku bejat MR, mulai sudah diketahui pihak keluarga besar MR tetap melakukan pembelaan terhadap MR.
“Lah, sekarang aja ketika sudah mulai bocor prilaku bejat MR, tetap pihak keluarga membela, termasuk orang-orang atau kerabat yang dekat dengan MR. Ngak percaya,” ujarnya.
Meski begitu, ML mengaku sudah memiliki bukti rekaman audio dan video tidak senonoh yang dikirim paksa dari whatsapp-nya ke MR serta percakapan whatsapp yang memperlihatkan tekanan MR.
“Semua sudah diserahkan ke Penyidik Polres Metro Kabupaten Bekasi. Bahkan SL sendiri juga sudah diperiksa atau dimintai keterangan selaku saksi dan juga selaku korban,” jelas ML.
Untuk itu, tambah ML dirinya bersama SL berharap polisi segera menangkap MR untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Sekarang saya dan SL sudah dewasa. Cukup sudah perbuatan bejat MR selama bertahun-tahun. Alhamdulillah sudah banyak yang mendampingi kami untuk memberikan pembelaan,” pungkas ML. (Ronny)






