BERITA BEKASI – Tak terima anak perempuanya Eca diviralkan seorang ayah warga Kp. Pulo Sirih, Kecamatan Sukakarya mendatangi Polres Metro Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ayah korban, Sarih (55) datang didampingi LBH Perisai Keadilan Masyarakat (PKM) yakni, Beni Chandra Zaenuddin (Ketua), Amir Mahmud (Sekjen) dan Agus Budiono (Ketua Advokasi).
Kepada Matafakta.com, Ketua PKM, Beni Chandra Zaenuddin mengatakan, ayah korban Sarih tidak terima anak perempuannya Eca difitnah dan diviralkan melalui media social (medsos) oleh Egi.
“Padahal fakta video viral tidak sesuai narasi yang dikatakan terlapor Egi yang berlebihan seperti ngak pakai celana dalam, pelakor dan sebagainya,” kata Beni, Selasa (20/5/2025).
Selain itu, terlapor Egi juga sampai mengirimkan pesan melalui Whatsapp ke guru korban Eca dengan mengatakan “Anak muridnya bu hamil sama suami orang”. Padahal faktanya Eca tidak hamil.
“Bukanya sekolah malah gelap-gelapan sama suami orang di kos-kosan terus rocknya dibuka lagi waduh..!!!,” tutur Beni membacakan teks Whastapp terlapor yang dikirimkan ke guru Eca.
Padahal, lanjut Beni, faktanya lagi korban Eca tidak dalam keadaan berduaan disebuah kontrakan dengan Khairul melainkan bertiga dengan temannya yang ngontrak bernama Baihaqi.
“Saat Egi yang mengambil video menerabas masuk ke dalam sebuah kontrakan pada 14 Mei 2025, posisi korban atau Eca tengah duduk sambil senderan ketembok asik bermain game di ponselnya,” ujar Beni.
Selain itu, kata Beni, pihaknya pun menyayangkan Instagram www.guecikarang.co.id yang ikut memiralkan video tersebut sesuai ancaman Egi ketika merekam Eca.
“Ya, kita ngak tahu www.guecikarang.co.id ini website sebuah portal berita atau akun pribadi yang dikemas seperti portal berita biar polisi nanti yang memastikan,” tuturnya.
Beni pun mengungkap bahwa Egi yang merekam video merupakan istri dari Khairul yang cemburu, dimana kedua Anak Baru Gede (ABG) itu Egi dan Khairul masih anak dibawah umur.
“Jadi informasi yang kami dapat KH sama EG ini sudah dinikahkan mungkin secara agama, karena masih anak dibawah umur dan kita ngak tahu apa alasannya keduanya dinikahkan? ucap Beni.
Begitu juga, tambah Beni, dengan korban Eca yang juga masih duduk dibangku sekolah yang dicemburui Egi hingga memviralkan Eca dengan narasi negative yang berlebihan.
“Ya, tentu klien kami sebagai seorang ayah malu dan ngak terima anak perempuannya diviralkan dengan narasi yang berlebihan yang bersifat fitnah tersebut,” pungkasnya. (Hasrul)






