Stella Bukan Hanya Pantas Jadi Tersangka Tetapi Juga Dihukum Maksimal

- Jurnalis

Rabu, 1 November 2023 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LQ Indonesia Law Firm

LQ Indonesia Law Firm

BERITA JAKARTA – Penanganan perkara dugaan tindak pidana pemalsuan surat, penggelapan hak atas tanah dan penyerobotan tanah yang terjadi di Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu kini mendekati moment paling krusial, Rabu (1/10/2023).

Pasalnya, Penyidik pada Dittipidum Bareskrim Mabes Polri akan segera melakukan gelar perkara dalam rangka penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Advokat Nathaniel Hutagaol, SH dari LQ Indonesia Law Firm selaku Kuasa Hukum, Sientje Mokoginta Cs menyatakan, pihaknya berharap agar terlapor atas nama Stella Mokoginta yang selama ini diduga sebagai master mind dalam perkara ini, segera ditetapkan menjadi tersangka.

“Setelah hampir 6 tahun berjuang mencari keadilan, bagi kami ini adalah moment penting yang paling krusial dalam pengungkapan perkara ini. Kami berharap agar Stella Mokoginta segera ditetapkan sebagai tersangka, karena kami menduga selama ini dialah aktor utamanya,” tegas Niel.

Stella Mokoginta sendiri adalah isteri dari seorang pengusaha sukses pemilik PT. Hasjrat Abadi (HA) yang merupakan salah satu dealer kendaraan otomotif terbesar di Indonesia yang namanya belakangan muncul terkait dengan kasus tanah Gogagoman.

“Stella Mokoginta inilah yang menurut keterangan klien kami yang pertama kali punya inisiasi untuk membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Dipikirnya uang dan kekuasaan bisa membeli hukum, makanya bagi kami, ini tantangan besar untuk Penyidik membuktikan integritasnya,” imbuh Niel.

Dikatakan Niel, sedari awal ketika kliennya Sienje Mokoginta mengetahui perihal penerbitan sertifikat dan penjualan tanah miliknya, telah berusaha mengupayakan perdamaian melalui jalan kekeluargaan.

“Klien kami waktu itu cuma minta kembalikan saja tanah sisa yang belum dijual, tapi kan malah dia (Stella) yang nantangin ketemu aja di Kepolisian dan Pengadilan,” jelas Niel.

Oleh karena itu, Niel sangat berharap agar Stella Mokoginta tidak hanya sekadar dijadikan tersangka, tapi pihaknya juga menginginkan agar Stella dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

“Bayangkan saja akibat perbuatan mereka, klien kami bertahun-tahun harus menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya. Waktu PTUN selesai di PK, kami pikir sudah selesai, eh, ternyata pihak sana malah menggunakan sertifikat yang dicabut sebagai bukti dalam gugatan perkara. Ini kan sudah kelewatan sekali,” ketusnya.

“Modus mereka ini lebih-lebih dari mafia tanah, sudah dinyatakan cacat administrasi, masih juga dipakai sebagai bukti. Jadi terang sekali niatnya sudah tidak bagus, dan ini harus dianggap sebagai alasan yang memberatkan. Harus dihukum maksimal,” tambah Niel. (Indra)

LQ INDONESIA LAW FIRM

LQ Indonesia Law Firm sebagai Firma Hukum yang terkenal vokal dan berintegritas telah berkomitmen untuk senantiasa mengawal perkara ini. Kepada masyarakat yang memiliki informasi yang berguna terkait perkara ini dapat menghubungi Hotline LQ Indonesia Law Firm di Nomor: 08174890999

Berita Terkait

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara
Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan
Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji
Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum
Soal Perkara di Polda Kaltim, Alexius Minta Perlindungan Hukum ke Presiden dan Kapolri
Integritas Ketua Mahkamah Agung Tergerus Skandal Suap Zarof Ricar
Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:57 WIB

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan

Kamis, 10 September 2026 - 20:54 WIB

Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 1 September 2026 - 13:12 WIB

Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB