Gelar Aksi, GMPI Soroti Perusahaan Bermasalah di Kabupaten Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 23 Juni 2022 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GMPI Soroti Perusahaan Bermasalah di Kabupaten Bekasi

GMPI Soroti Perusahaan Bermasalah di Kabupaten Bekasi

BERITA BEKASI – Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bekasi, menggelar aksi damai menyikapi adanya dugaan perusahaan yang bermasalah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum menuju lokasi, massa aksi dari Ormas GMPI berkumpul terlebih dahulu di Stadion Wibawa Mukti, setelah itu massa beriring-iringan menggunakan kendaraan menuju lokasi aksi damai di Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi dan ke Kawasan Industri

“Kami Ormas GMPI saat ini sedang berupaya untuk melakukan bentuk manifestasi dari amanah yang disebutkan dalam UU No. 17 Tahun 2013, bahwa organisasi masyarakat memegang tanggung jawab untuk melakukan aspirasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ketua DPD GMPI Kabupaten Bekasi, Rangga Wuni, Kamis (23/6/2022) saat gelar aksi.

Dikatakan Rangga Wuni mengatakan, potensi daerah Kabupaten Bekasi yang dijuluki Kota Industri terluas se-Asia Tenggara, saat ini, dalam mengatasi berbagai persoalan dan masalah kesenjangan sosial, kemaslahatan umat belum mampu dioptimalkan secara baik dan benar.

“Banyaknya perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi ini seharusnya membawa dampak yang positif untuk masyarakat, bukan cuma hanya mengambil keuntungannya saja tanpa mempedulikan hak-hak masyarakat di lingkungan sekitar hingga mengabaikan segi tata kelola insfratruktur, alur sistem lingkungan dan pepermasalaha UMKM,” tuturnya.

Kemudian, Rangga mengungkapkan adanya kesenjangan dan keseimbangan ekonomi yang melanda masyarakat di Kabupaten Bekasi semakin hari semakin kritis.

“Adanya ribuan perusahaan yang berdiri di Kabupaten Bekasi, percuma saja, jika perusahaan-perusahaan tersebut tidak memberikan dampak kontributif terhadap masyarakat, melainkan hanya dampak negatif yang biasanya kerap di dapati oleh masyarakat,” lanjutnya.

Argumen Rangga dibuktikan dengan begitu padat dan semrawutnya perusahaan di Kabupaten Bekasi, akan berdampak pada pencemaran, populasi udara, dan aliran sungai yang rentan terkontaminasi limbah berbahaya.

Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan turut terjun menemui ratusan massa yang berunjuk rasa. Dani naik ke mobil komando lalu turut berorasi menjawab berbagai keluhan yang disampaikan massa.

Dani menegaskan, persoalan pencemaran lingkungan sedang ditangani. Satu perusahaan telah ditutup dan beberapa pencemaran lainnya sedang diselidiki.

“Ada beberapa perusahaan yang indikasinya juga mencemari lingkungan sedang diselidiki. Lalu beberapa orang yang ketahuan membuang sampah ke sungai juga ditangkap. Ini komitmen pemerintah yang alhamdulillah didukung masyarakat,” ucap dia.

Dani meyakini, meski dikepung kawasan industri, Kabupaten Bekasi bisa terlepas dari persoalan pencemaran lingkungan. Namun, upaya itu harus dibarengi dengan komitmen bersama dari seluruh pihak.

“Saya meyakini Kabupaten Bekasi bisa bebas dari pencemaran meski perjalanannya akan panjang. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Harus ada komitmen dan saya yakin seluruh pihak mendukung,” kata dia.

Dani menambahkan, dirinya telah mempelajari buku yang berisi keluhan masyarakat tentang Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya telah direalisasikan.

“Seperti perbaikan jalan di Pebayuran, Karangbahagia dan Cabangbungin sudah diperbaiki dan sisanya akan dilakukan. Tapi saya pribadi mengapresiasi sikap masyarakat yang berani menyampaikan sikapnya, mendukung atau mengkritisi. Tidak menjadi pecundang yang hanya mencibir tanpa memberi solusi,” tandasnya. (Mul)

Berita Terkait

Soal Rumors Ganti Jaksa Agung, KOSMAK Sarankan Presiden Cari Figur Lain
7×24 Jam, Mahamuda Tantang Ungkap Akun “Bekasi Masih Kusut” Hadiah USD 3.000
YGMD Laporkan Dugaan KKN dan Penyalahgunaan Wewenang di Kemendikdasmen
Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?
Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum
Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:20 WIB

Soal Rumors Ganti Jaksa Agung, KOSMAK Sarankan Presiden Cari Figur Lain

Selasa, 29 September 2026 - 22:39 WIB

7×24 Jam, Mahamuda Tantang Ungkap Akun “Bekasi Masih Kusut” Hadiah USD 3.000

Kamis, 24 September 2026 - 18:25 WIB

YGMD Laporkan Dugaan KKN dan Penyalahgunaan Wewenang di Kemendikdasmen

Sabtu, 19 September 2026 - 10:42 WIB

Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?

Jumat, 18 September 2026 - 11:56 WIB

Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum

Berita Terbaru

Photo: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donni Sirait.

Seputar Bekasi

Waduh…!!!, Pedasnya Mulut Kadis LH Kabupaten Bekasi Hina Wartawan

Rabu, 7 Okt 2026 - 00:49 WIB

Photo: Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, SH.

Seputar Bekasi

Usir Wartawan, PWI Bekasi Raya Kecam Kadis LH Kabupaten Bekasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 23:20 WIB

Photo: RS. Annisa Cikarang, Kabupaten Bekasi

Seputar Bekasi

Ketua FKWB H. Apud Saepudin Kecewa RS. Annisa Cikarang Tolak Pasien

Selasa, 6 Okt 2026 - 23:01 WIB

Photo: Rangkaian HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 5 Oktober 2026.

Berita TNI

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Tujuh Tokoh TNI

Selasa, 6 Okt 2026 - 17:37 WIB