Gelar Aksi, GMPI Soroti Perusahaan Bermasalah di Kabupaten Bekasi

  • Bagikan
GMPI Soroti Perusahaan Bermasalah di Kabupaten Bekasi

BERITA BEKASI – Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bekasi, menggelar aksi damai menyikapi adanya dugaan perusahaan yang bermasalah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum menuju lokasi, massa aksi dari Ormas GMPI berkumpul terlebih dahulu di Stadion Wibawa Mukti, setelah itu massa beriring-iringan menggunakan kendaraan menuju lokasi aksi damai di Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi dan ke Kawasan Industri

“Kami Ormas GMPI saat ini sedang berupaya untuk melakukan bentuk manifestasi dari amanah yang disebutkan dalam UU No. 17 Tahun 2013, bahwa organisasi masyarakat memegang tanggung jawab untuk melakukan aspirasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ketua DPD GMPI Kabupaten Bekasi, Rangga Wuni, Kamis (23/6/2022) saat gelar aksi.

Dikatakan Rangga Wuni mengatakan, potensi daerah Kabupaten Bekasi yang dijuluki Kota Industri terluas se-Asia Tenggara, saat ini, dalam mengatasi berbagai persoalan dan masalah kesenjangan sosial, kemaslahatan umat belum mampu dioptimalkan secara baik dan benar.

“Banyaknya perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi ini seharusnya membawa dampak yang positif untuk masyarakat, bukan cuma hanya mengambil keuntungannya saja tanpa mempedulikan hak-hak masyarakat di lingkungan sekitar hingga mengabaikan segi tata kelola insfratruktur, alur sistem lingkungan dan pepermasalaha UMKM,” tuturnya.

Kemudian, Rangga mengungkapkan adanya kesenjangan dan keseimbangan ekonomi yang melanda masyarakat di Kabupaten Bekasi semakin hari semakin kritis.

“Adanya ribuan perusahaan yang berdiri di Kabupaten Bekasi, percuma saja, jika perusahaan-perusahaan tersebut tidak memberikan dampak kontributif terhadap masyarakat, melainkan hanya dampak negatif yang biasanya kerap di dapati oleh masyarakat,” lanjutnya.

Argumen Rangga dibuktikan dengan begitu padat dan semrawutnya perusahaan di Kabupaten Bekasi, akan berdampak pada pencemaran, populasi udara, dan aliran sungai yang rentan terkontaminasi limbah berbahaya.

Baca Juga  Porprov Kabupaten Bekasi Makin Pede Raih Emas Usai Kalahkan Sukabumi

Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan turut terjun menemui ratusan massa yang berunjuk rasa. Dani naik ke mobil komando lalu turut berorasi menjawab berbagai keluhan yang disampaikan massa.

Dani menegaskan, persoalan pencemaran lingkungan sedang ditangani. Satu perusahaan telah ditutup dan beberapa pencemaran lainnya sedang diselidiki.

“Ada beberapa perusahaan yang indikasinya juga mencemari lingkungan sedang diselidiki. Lalu beberapa orang yang ketahuan membuang sampah ke sungai juga ditangkap. Ini komitmen pemerintah yang alhamdulillah didukung masyarakat,” ucap dia.

Dani meyakini, meski dikepung kawasan industri, Kabupaten Bekasi bisa terlepas dari persoalan pencemaran lingkungan. Namun, upaya itu harus dibarengi dengan komitmen bersama dari seluruh pihak.

“Saya meyakini Kabupaten Bekasi bisa bebas dari pencemaran meski perjalanannya akan panjang. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Harus ada komitmen dan saya yakin seluruh pihak mendukung,” kata dia.

Dani menambahkan, dirinya telah mempelajari buku yang berisi keluhan masyarakat tentang Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya telah direalisasikan.

“Seperti perbaikan jalan di Pebayuran, Karangbahagia dan Cabangbungin sudah diperbaiki dan sisanya akan dilakukan. Tapi saya pribadi mengapresiasi sikap masyarakat yang berani menyampaikan sikapnya, mendukung atau mengkritisi. Tidak menjadi pecundang yang hanya mencibir tanpa memberi solusi,” tandasnya. (Mul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *