Pengamat: Tidak Ada Urgensi MUI DKI Jakarta Membentuk Tim Cyber Army

- Jurnalis

Senin, 22 November 2021 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat IDD: Bambang Arianto

Pengamat IDD: Bambang Arianto

BERITA JAKARTA – Pengamat politik digital Bambang Arianto, menilai tidak ada urgensi bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta untuk membentuk tim Cyber Army.

Pasalnya, menurut peneliti media sosial Institute for Digital Democracy (IDD) ini, tim Cyber Army biasanya digunakan oleh entitas atau organisasi yang memiliki kepentingan strategis baik itu bisnis maupun politik.

“Sebut saja partai politik, organisasi masyarakat atau perusahaan yang ingin memfokuskan pada pemasaran digital,” kata Bambang kepada Matafakta.com, Senin (22/11/2021).

Selain itu, lanjut Bambang, Tim Cyber Army biasanya bermaterikan tim buzzerinfluencer hingga tim cyber troops dengan akun-akun bot yang bertugas untuk menyerang dengan konten negatif.

Artinya, sambung Bambang, tidak ada yang bisa menjamin bila Tim Cyber Army ini, nantinya akan bermain dengan konten negatif maupun menyerang pihak lain. Apalagi kita ketahui bahwa karakter buzzer itu memang bertugas memperkuat pesan atau konten di media sosial baik dengan cara pencitraan maupun menyerang (offensive).

Terkait soal tujuan pembentukan Tim Cyber Army adalah untuk menghalau buzzer yang mendeskreditkan ulama, ini jelas tidak masuk akal. Dikarenakan tugas MUI itu bertugas menjadi pelayan umat hingga menjawab permasalahan yang dihadapi oleh umat. Bukan justru ikut-ikutan berkontestasi di media sosial dengan tim Cyber Army.

Artinya, tambah Bambang, MUI cukup mengoptimalkan saja akun resminya (official account) dengan catatan aktif menyajikan berbagai konten-konten yang mencerahkan bagi publik.

“Intinya, lebih bijak bila MUI DKI Jakarta mengurungkan niat pembentukan Tim Cyber Army. Pasalnya, Tim Cyber Army justru dapat menyulut perang antar buzzer di media sosial yang berpotensi dapat mengadu domba warganet,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB