Anita Manafe Minta Polda Metro Serius Tangani Kasus Natalia Rusli

- Jurnalis

Senin, 7 Juni 2021 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Pengacara Anita Manafe masih menunggu proses pemeriksaan laporan dugaan penipuan yang dilakukan Natalia Rusli terhadap kliennya ibu SK dengan laporan polisi No.1860/IV/YAN 2.5/2021/SPKT PMJ teranggal 27 April 2021 atas dugaan penipuan Pasal 378 KUHP di Polda Metro Jaya (PMJ).

“Bukti dan para korban ada bahkan terlapornya juga ada Natalia Rusli yang sekarang lagi gencar memamerkan kapal Get 1 yang diklaimnya senilai Rp30 miliar dalam sebuah video yang beredar saat dia berada di Bangka Belitung,” kata Anita kepada Matafakta.com, Senin (7/6/2021).

Dalam acara serah terima kapal Get 1 yang berlangsung di Muara Air Anyir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung yang disaksikan sejumlah awak kapal dan awak media dari Jakarta bahwa kapal yang memiliki panjang 70 meter dan lebar 16,5 meter berbobot 400 ton itu dalam satu bulan bisa menghasilkan pasir timah hingga Rp15 miliar per bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau cuaca buruk aja itu kapal Get 1 milik Natalia Rusli masih menghasilkan Rp2 sampai Rp5 miliar perbulan itu luar biasa. Artinya, Natalias Rusli bisa membereskan uang-uang klien yang ditipunya. Ngak seberapa lah kalau dibandingkan dengan keberhasilannya sekarang. Kasian para korban,” sindir Anita.

Baca Juga :  Rugikan Ratusan Triliun, Jampidsus Kejagung Tahan 5 Tersangka Korupsi Timah

Pasalnya, sambung Anita, cara Natalia Rusli mengaruk uang kliennya bukan dengan cara jasa kontrak lawyer yang bersifat professional selaku kuasa hukum, tapi dengan cara membohongi kliennya menjamin dan menunjukan bukti foto-foto dan sebagainya untuk menyakinkan klien untuk mendapatkan uang korbannya.

“Masalah pengurusan penangguhan kliennya SK di Kajati Jawa Timur, Natalias Rusli minta Rp550 juta jual nama Sesjamdatun Kejagung. Kalo bener diurus mungkin ngak teriak korban dan publik juga ngak tahu. Ini masalahnya begitu di cek, ternyata ngak ada dia ngurus itu penangguhan. Apa kalau bukan nipu,” sindir Anita.

Begitu juga, lanjut Anita dengan korban kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya yakni, M dan VS, Natalias Rusli yang mengklaim bahwa sudah ada kesepakatan dengan Mabes Polri dan pengacara KSP Indosurya bahwa klien yang dibawah pembelaannya melalui Master Trust Law Firm miliknya akan mendapatkan ganti kerugian dari KSP Indosurya.

Baca Juga :  Pengamat IDD, Bambang Ariyanto: Saatnya PDI Perjuangan Jadi Oposisi

“Dalam aksinya, Natalia Rusli sambil menunjukan foto meeting di Mabes Polri dan fotonya bersama pengacara KSP Indosurya dan ngak tahu ketika itu lagi bahas apa?, tapi yang jelas sampai detik ini nol, tidak terbukti. Intinya foto itu dipergunakan untuk menyakinkan kliennya untuk mendapatkan fee lawyer yang dimintanya,” beber Anita.

Dikatakan Anita, terkait fee lawyer dia tidak mempermasalahkannya, karena tidak munafik lawyer juga pakai operasional dan sebagainya tapi dengan catatan jangan membohongi klien untuk mendapatkannya. Terlebih lagi, klien yang keadaannya dalam kesusahan akibat masalah yang menimpanya terkena investasi bodong.

“Kalau kita lawyer yang mampu cukup secara finansial ngak ada salahnya kita bantu dulu klien yang model begitu dan kalau berhasilpun klien kita tidak menutup mata. Jangan sampai klien udah hidupnya susah kita akali lagi duitnya kasian. Itu namanya kejam. Apalagi lawyer sekelas Natalia Rusli yang sekarang lagi pamer harta puluhan miliar. Malu lah. Kasus tipu korban KSP Indosurya kabarnya sudah dilaporkan juga,” pungkas Anita. (Indra)

 

BeritaEkspres Group

Berita Terkait

Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV
Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda
Lulus Sarjana Hukum, Phioruci Pangkaraya Susul Alvin Lim
Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar
Gagal Pimpin PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto Dikabarkan Bakal Lompat Partai Lain
Heboh, Pegawai TKK Pemkot Bekasi Plesiran ke Dubai Sewa Helikopter
Rugikan Ratusan Triliun, Jampidsus Kejagung Tahan 5 Tersangka Korupsi Timah
Pengamat IDD, Bambang Ariyanto: Saatnya PDI Perjuangan Jadi Oposisi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:48 WIB

Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:00 WIB

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:19 WIB

Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:55 WIB

Gagal Pimpin PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto Dikabarkan Bakal Lompat Partai Lain

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:42 WIB

Heboh, Pegawai TKK Pemkot Bekasi Plesiran ke Dubai Sewa Helikopter

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:49 WIB

Rugikan Ratusan Triliun, Jampidsus Kejagung Tahan 5 Tersangka Korupsi Timah

Jumat, 16 Februari 2024 - 13:34 WIB

Pengamat IDD, Bambang Ariyanto: Saatnya PDI Perjuangan Jadi Oposisi

Kamis, 15 Februari 2024 - 16:46 WIB

Kemendagri & Bappenas Gelar Simulasi Sektor Kelautan dan Perikanan

Berita Terbaru

Foto: Direktur PT. Migas Perseroda Kota Bekasi, Apung Widadi (Kiri) dan Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad (Kanan)

Berita Utama

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Kamis, 22 Feb 2024 - 18:00 WIB

TNI

Berita TNI

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 38 Perwira Tinggi TNI

Kamis, 22 Feb 2024 - 11:53 WIB