Samuel F Silaen: Siapa Sosok Kapolri Cocok Dimata Presiden?

- Jurnalis

Jumat, 1 Januari 2021 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samuel F Silaen

Samuel F Silaen

BERITA JAKARTA – Nama-nama calon kuat Kapolri kian santer beredar dalam pemberitaan media massa nasional dan daerah. Ini membuktikan bahwa pertarungan sengit sedang terjadi meski tak kelihatan kasat mata, namun itulah kenyataan yang sedang berlangsung diantara tim suksesi untuk mempengaruhi pandangan RI 1.

“Siapa calon kuat Kapolri pengganti Idham Azis, sesungguhnya hanya userlah yang paling tahu yakni Istana. Kapolri pilihan Istana harus lebih banyak bekerja dalam senyap, tapi konkrit, bukan safari politik yang biasa dilakoni para elite politik,” kata pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen kepada Matafakta.com, Jumat (1/1/2021).

Dikatakan Silaen, jabatan fungsional Kapolri itu adalah jenjang karier dan kepangkatan yang mumpuni yang dimiliki oleh calon Kapolri. Puja puji terhadap beberapa calon Kapolri yang sengaja disampaikan para pengamat dan elite itu bagian dari cek ombak dalam melihat resonansi yang akan terdengar dipublik, banyak sudah dibahas mulai dari jenjang karier dan kepangkatan yang cukup.

“Tapi hal itu belum cukup, sebab calon Kapolri yang baru harus paham langgam Presiden dan tidak suka safari politik kesana-kemari, minta dukungan politik terbuka maupun tertutup sebab akan terjadi abuse of power, jika nanti terpilih karena ada semacam hutang budi,” ungkap aktivis organisasi kepemudaan itu.

Kapolri tak boleh orang yang berhutang budi, kepada siapapun, kecuali berhutang kepada negara agar tercipta keamanan, berani bertindak tegas, cepat dalam penegakan hukum, mengayomi dan melayani seluruh rakyat Indonesia.

“Profesionalitas Polri didalam bekerja melakukan penegakan hukum ditengah masyarakat itu yang paling utama, jangan ada lagi pembiaran terhadap perongrong kebhinekaan,” pinta Silaen.

Masih kata Silaen, polisi Republik Indonesia harus mampu memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa diskriminasi dan tidak tebang pilih. Polri itu pelayan masyarakat, Polri jangan menjadi ‘kacung’ kaum berkantong tebal yang justru merusak nama baik institusi Polri itu sendiri.

“Sosok Kapolri baru harus tegak lurus terhadap kepentingan rakyat bukan kepentingan pemilik modal. Polisi alat itu negara bukan alat politik untuk menindas rakyat kecil. Rakyat kecil harus ditolong agar berdaya ketika berhadapan dengan tindakan premanisme,” tegasnya.

Ketahuilah bahwa Polri itu lahir dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat bukan dari pemilik modal yang mau menindas rakyat. Tentu Polri harus menjadi pengayom masyarakat, Polri tidak boleh berhadap- berhadapan langsung dengan rakyat. Rakyat kecil jangan sampai dikorbankan karena tak punya kekuatan untuk melawan.

Contoh kecil diberbagai pelosok daerah Polri itu terkesan sebagai beking kaum pemilik modal. Sesungguhnya Polisi harus berdiri tegak lurus untuk kepentingan rakyat.

“Sosok Kapolri baru punya tanggung jawab berat ditengah pandemik Covid-19 ini. Kapolri baru bukan orang yang haus pencitraan. Sosok Kapolri baru harus orang pekerja. Mampu mengorganisir jajarannya sampai ketingkat yang paling bawah,” papar alumni LEMHANAS Pemuda 2009 itu.

Kapolri baru harus yang punya rekam jejak yang clear and clean, agar tidak tersandera ketika sudah menjabat sebagai kapolri. Kapolri sosok yang humanis, tegas dan jujur. Tantangan berat Kapolri yakni memastikan bagaimana Pemerintahan berjalan dengan baik.

“Polri harus jaga netralitas sebagai aparat penegak hukum, tugas utama Kapolri baru untuk memastikan semua jajarannya bekerja untuk rakyat Indonesia. Kapolri bekerja profesional tak perlu ‘makan puji’ jadi bekerja sesuai UU. Salah ditindak dan yang benar dibela,” imbuhnya.

Silaen yakin sudah punya calon Kapolri yang benar-benar mampu bekerjasama dengan Presiden sebagai Kepala Negara. Tugas Kapolri baru berat, artinya Kapolri pilihan Presiden Jokowi harus yang profesional murni.

“Presiden Jokowi jangan salah memilih Kapolri. Kapolri harus mampu menuntaskan berbagai kasus yang mangkrak yang belum tuntas dimasa Idham Azis. Kapolri harus berlomba dalam kebajikan bagi semua orang tanpa pilih kasih,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB