Soal Omnibus Law, Gatot Nurmantyo Berubah 360 Derajat

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi Bersama Gatot Nurmantyo

Presiden Jokowi Bersama Gatot Nurmantyo

BERITA JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law dianggap mempunyai tujuan yang mulia agar investasi datang dan roda ekonomi berputar.

Hal itu, disampaikan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo yang menyebut bahwa, Omnibus Law, merupakan suatu angan-angan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak pertengahan periode pertama menjadi Presiden.

“Sejak saya dulu sebagai Panglima TNI, pada saat kurang lebih pertengahan perjalanan periode pertama, Presiden tuh pusing, pusing untuk meningkatkan investasi,” kata Gatot Nurmantyo dalam video yang diunggah akun Youtube Refly Harun pada, Kamis 15 Oktober 2020.

Karena kata Gatot, di negara Indonesia Undang-Undangnya seperti hutan belantara. Dimana, UU sudah banyak dan tumpang tindih antara UU dengan Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres) hingga peraturan Pemerintah Daerah (Pemda) yang menghasilkan birokrasi panjang dan berbelit.

“Sehingga, investasi ragu-ragu, maka diperlukan satu Undang-Undang yang merangkum semuanya jadi Undang-Undang yang birokrasinya lebih simpel, efisien, kemudian ada jaminan investasi di sini, kemudian aparaturnya bersih, menjanjikan, kemudian akuntabilitasnya juga tinggi, keterbukaan,” jelasnya.

Apalagi kata Gatot, pengusaha sangat membutuhkan kepastian hukum dan kepastian nasib ke depannya jika berinvestasi di Indonesia.

“Nah, Undang-Undang ini saya tahu tujuannya sangat mulia, sangat mulia. Karena dengan demikian, investasi akan datang, kemudian roda ekonomi berputar, ekspor banyak, pajak masuk banyak, kembali lagi ke masyarakat.  Sehingga sandang, pangan, papan masyarakat bisa,” katanya.

Namun demikian, masih kata Gatot, di satu sisi Pemerintah juga mendapatkan tekanan yang sangat tinggi. Karena, Indonesia setiap tahunnya bertambah 3 juta tenaga kerja baru. Kewajiban Pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja ini.

“Menyiapkan lapangan kerja berarti harus selalu ada investasi-investasi baru untuk tempat lapangan kerja ini. Yang selanjutnya juga, Pemerintah juga harus memfasilitasi WTO. Nah, dari akumulasi ini lah maka harus dibuat terobosan untuk Undang-Undang itu dijadikan satu,” bebernya.

Apalagi, lanjutnya, proses pembahasan Omnibus Law pun malahan seperti siluman. Dalam arti tidak transparan dan tidak jelas. Undang-Undang ini untuk meningkatkan investasi harus ada.

“Tetapi, di dalam ini yang diatur ini kan ada pengusaha, ada buruh. Nah aturan tentang pengusaha dan buruh ini tidak boleh ada garis pemisah. Nah kemudian, tidak boleh berat sebelah, harusnya dilihat kita perlu pengusaha, kita juga perlu buruh,” tutur Gatot.

Pengusaha tanpa buruh gak ada yang kerja, buruh tanpa pengusaha mau kerja di mana. Nah ini lah yang harus arif dan bijaksana dalam Undang-Undang yang ada ini mengakomodasi semuanya berjalan seimbang.

“Harus arif dan bijaksana, tetapi intinya, semua ini akan menjadi lebih efisien ketika ada kepastian gitu,” pungkasnya. (Usan)

Berita Terkait

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI
Harus Tahu Hak dan Kewajiban Sebelum Tandatangani Perjanjian Kerja
Modal Konglomerat Ngalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak
Kemnaker Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa di Pulau Flores
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs
Lewat Liquid Vave, AKHERA Desak Ketamin Masuk Golongan Narkotika
Penegakkan Hukum Karhutla, Menhut: 6 Perusahaan di Kalimantan Kena Sanksi
September Battleground Karhutla, Menhut Maksimalkan OMC-Pasukan Darat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:11 WIB

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI

Minggu, 13 September 2026 - 17:57 WIB

Harus Tahu Hak dan Kewajiban Sebelum Tandatangani Perjanjian Kerja

Sabtu, 12 September 2026 - 19:39 WIB

Modal Konglomerat Ngalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak

Kamis, 10 September 2026 - 21:19 WIB

Kemnaker Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa di Pulau Flores

Rabu, 2 September 2026 - 17:54 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB