BERITA JAKARTA – Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami proses perubahan dan peralihan 95 persen saham PT. Tribhakti Inspektama menjadi milik korporasi PT. Parwita Permata Mulia pada 26 November 2024.
KOSMAK menduga peralihan tersebut erat hubungannya dengan dugaan pemerasan dan penyuapan yang dilakukan eks Jampidsus Febrie Adriansyah, terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola ore nikel Blok Mandiodo atas nama terpidana Windu Aji Sutanto dan kawan-kawan yang merugikan Negara Rp2,3 triliun.
“Dalam kasus korupsi tata kelola ore nikel Blok Mandiodo, untuk kepentingan Laporan Hasil Verifikasi (LHV), terpidana Windu Aji Sutanto pada tahun 2022-2023 diketahui memakai surveyor PT. Tribhakti Inspektama,” ujar Koordinator KOSMAK, Ronald Loblobly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Tercatat nama D duduk sebagai Direktur Utama. Bersama-sama TS, AS, SAB, pemilik manfaat korporasi surveyor PT. Tribhakti Inspektama tersebut, seharusnya D ikut ditetapkan menjadi tersangka. Namun demikian keempat nama tersebut tidak muncul dalam surat dakwaan.
“Diduga dilindungi eks Jampidsus Febrie Ardiansyah. KOSMAK menduga terjadi pemerasan dan penyuapan, berupa 95 persen saham PT. Tribhakti Inspektama,” jelasnya.
PT. Tribhakti Inspektama, sebuah surveyor independen berusia 37 tahun yang didirikan pada 1989, berdasarkan Akte Nomor: 5 yang dikeluarkan Notaris Erly Soehandjojo, SH di Jakarta, dahulu bernama PT. Berkat Tribhakti.
Pada 13 Juli 1990 nama korporasi berubah menjadi PT. Tribhakti Inspektama, berdasarkan Akte Nomor: 252 yang dikeluarkan Notaris Erly Soehandjojo, SH di Jakarta.
Menurut Ronald, pada 26 November 2024, berdasarkan Akta Nomor: 31 yang dikeluarkan Notaris Hanita Sentono di Jakarta Barat, saham PT. Tribhakti Inspektama tercatat atas nama Tomtom Soekamto 800 lembar dan PT. Parwita Permata Mulia 1.840 lembar.
Pada 18 Desember 2024, komposisi saham PT. Tribhakti Inspektama kembali berubah. Nama TS tercatat sebagai pemilik 800 lembar saham dan PT. Parwita Permata Mulia 15.040 lembar.
Pada 25 Februari 2025, berdasarkan Akte Nomor: 10 yang dikeluarkan Notaris Delny Teoberto, SH, M.Kn di Kota Bekasi, susunan Direksi dan Komisaris PT. Tribhakti Inspektama mengalami perubahan.
Dua orang gatekeeper eks Jampidsus Febrie Adriansyah bernama MHW masuk menduduki jabatan Komisaris Utama dan BH sebagai Direktur Utama.
Pengurus dan pemegang saham PT. Parwita Permata Mulia, berdasarkan Akta Nomor: 03 yang dikeluarkan Notaris Delny Teoberto, SH, M.Kn tanggal 2 Desember 2024, adalah (1) Don Ritto, SH, MH (Direktur dan pemegang 20 lembar saham), (2) Nurman Herin (Komisaris), (3) PT. Kresna Pusaka Energi (1.980 lembar saham).
Sedangkan pengurus dan pemegang Saham PT. Kresna Pusaka Energi berdasarkan Akta Nomor: 08 yang dikeluarkan Notaris Delny Teoberto, SH, M.Kn tanggal 19 Oktober 2023, adalah (1) Don Ritto, SH, MH (Direktur dan pemegang 550 lembar saham), (2) Nurman Herin (Komisaris dan pemegang 450 lembar saham).
“PT. Tribhakti Inspektama pemegang sejumlah otorisasi resmi dari Kementerian Perdagangan (VPI untuk keramik, elektronik, baja, dan Tekstil) serta terdaftar di Ditjen Minerba. Nilai keekonomiannya ditaksir sekitar Rp1,5 triliun,” ujarnya lagi.
Dalam dugaan korupsi kualitas batubara pada PT. PLN EPI, KOSMAK menemukan fakta, salah satu surveyor yang disebut adalah PT. Tribhakti Inspektama yang sejak Desember 2024 mulai digunakan oleh PT. Oktasan Baruna Persada, PT. Rizky Anugrah Pratama dan PT. Buana Rizky Armia untuk kepentingan penerbitkan Laporan Hasil Verifikasi (LHV).
Selanjutnya, LHV, dipakai PT Agrinas Palma dalam lelang yang dilakukan Kejaksaan berupa barang bukti 3.500 metric ton CPO yang dimenangkan PT. Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) perusahaan sawit milik Andi Syamsuddin (Haji Isam). (Sofyan)






