Ketua Investigasi GWI Ajak Polemik HPN Bekasi Raya 2026 Diselesaikan Melalui Klarifikasi

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Agus Budiono

Photo: Agus Budiono

BERITA BEKASI – Ketua Investigasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Agus Budiono, mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan klarifikasi dalam menyikapi berbagai pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026.

Menurut Agus, sikap kritis dan fungsi kontrol sosial yang dijalankan insan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, setiap informasi yang masih memerlukan penjelasan sebaiknya terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pihak yang memiliki kewenangan memberikan keterangan agar diperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

“Apabila terdapat hal-hal yang perlu ditanyakan terkait pelaksanaan kegiatan maupun dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, tentu dapat dikomunikasikan dan diklarifikasi kepada pihak yang mengetahui atau memiliki kewenangan untuk menjelaskan,” ujar Agus, Minggu (28/6/2026).

Agus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026 mengaku prihatin melihat polemik yang berkembang pasca pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Creative Center (GCC) Kota Bekasi pada 11–13 Juni 2026.

Menurutnya, sebelum menyimpulkan atau membangun dugaan tertentu, akan lebih baik apabila pihak yang memiliki pertanyaan terlebih dahulu memahami proses panjang yang dilalui panitia dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Saya hanya ingin bertanya, apakah pihak-pihak yang menulis atau menyampaikan dugaan-dugaan terkait pelaksanaan HPN itu ikut hadir dalam kegiatan tersebut? Apakah mengikuti rangkaian acara selama tiga hari penuh? Jika masih ada hal-hal yang belum dipahami atau masih dianggap abu-abu, mengapa tidak ditanyakan langsung kepada panitia agar memperoleh penjelasan yang lengkap?,” kata Agus.

Dikatakan Agus, bahwa persiapan HPN Bekasi Raya 2026 bukanlah pekerjaan yang dilakukan dalam waktu singkat. Panitia, kata dia, telah bekerja sejak April 2026 untuk menyusun konsep kegiatan, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, menyebarkan undangan, hingga memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

“Apakah mereka mengetahui bahwa kegiatan ini mengalami dua kali penundaan jadwal? Apakah mereka mengetahui bahwa panitia sudah bekerja siang dan malam sejak April untuk mempersiapkan konsep acara dan berbagai kebutuhan lainnya? Apakah mereka mengetahui bahwa panitia harus menanggung beban moral kepada para tamu undangan, pejabat, narasumber dan berbagai pihak ketika jadwal kegiatan terpaksa mengalami penundaan?,” ujarnya.

Menurut Agus, seluruh panitia telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan aktivitas pribadi demi menyukseskan kegiatan yang melibatkan insan pers lintas organisasi, komunitas, paguyuban dan perusahaan media di Bekasi Raya.

“Yang kami harapkan sebenarnya sederhana. Kritik silakan disampaikan, pertanyaan silakan diajukan, tetapi mari dilakukan secara proporsional dan berdasarkan fakta yang utuh. Jangan sampai kerja keras banyak orang yang sudah berbulan-bulan mempersiapkan kegiatan ini justru dinilai hanya dari potongan-potongan informasi yang belum lengkap,” tambahnya.

Agus menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati. Namun ia berharap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta perpecahan di kalangan insan pers.

“HPN Bekasi Raya 2026 adalah kegiatan bersama. Banyak pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras untuk menyukseskannya. Karena itu, mari kita kedepankan dialog, klarifikasi dan semangat persaudaraan agar insan pers tetap menjadi contoh dalam menjaga profesionalisme dan etika komunikasi publik,” pungkasnya.

HPN Bekasi Raya 2026 sendiri telah berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain seminar pers, donor darah, bakti sosial, santunan anak yatim, serta malam puncak Anugerah Pers Bekasi Raya 2026 yang melibatkan insan pers lintas organisasi, komunitas dan perusahaan media di wilayah Bekasi Raya. (Roni)

Berita Terkait

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar
Panitia Pilkades Kedung Waringin Serahkan Nomor Urut Para Calon Kepala Desa
Panitia Pilkades Waringinjaya Kabupaten Bekasi Tetapkan Empat Calon
Panitia Pilkades Karangsambung Serahkan Nomor Urut Calkades

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Jumat, 11 September 2026 - 20:01 WIB

Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai

Jumat, 11 September 2026 - 09:07 WIB

Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB