BERITA BEKASI – Adanya pemberitaan bahwa Aliansi Ormas dan LSM Kota Bekasi menyampaikan dukungan kepada Dirut PT. Mitra Patriot (PTMP), terkait pelelangan Bus Transpatriot saat audiensi di DPRD Kota Bekasi, dibantah keras Nasional Corruption Watch (NCW) Bekasi Raya.
Kepada Matafakta.com, Ketua DPD NCW Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare menegaskan, pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi tersebut tidak ada pembahasan mengenai pelelangan Bus Trans Patriot.
“Saya angkat suara karena foto saya ada dalam pemberitaan tersebut. Ini bentuk klarifikasi agar tidak salah persepsi. Kehadiran saya saat itu sebagai Anggota Ormas Pemuda Pancasila mendampingi Ketua PP MPC Kota Bekasi,” terang Herman, Jumat (16/1/2026).
Pertemuan tersebut, kata Herman, murni silaturahmi antara aliansi Ormas PP dan LSM dengan Ketua DPRD, Sardi Effendi. Agenda yang dibahas hanya seputar sinergitas menjaga kondusivitas dan keamanan Kota Bekasi kedepan.
“Yang benar ya benar yang salah ya salah. Jangan mengalihkan isu,” tegasnya sambil menambahkan, jika ada pihak yang menyatakan ada pembahasan terkait pelelangan Armada Bus itu pendapat pribadi atau Ormas secara personal, bukan atas nama Aliansi.
“Pertemuan itu sifatnya silaturahmi dan diterima baik oleh Ketua DPRD. Para pimpinan Organisasi sepakat menjalin sinergitas untuk Kota Bekasi yang lebih baik. Tidak ada pembahasan diluar konteks itu, apalagi soal pelelangan Bus Transpatriot,” paparnya.
Herman mempertegas, munculnya kabar bahwa Aliansi mendukung pelelangan bus adalah informasi yang keliru yang harus diluruskan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua DPRD Kota Bekasi, pak Sardi. Beliau pun kaget dengan pemberitaan yang menggunakan foto pertemuan audiensi Aliansi Ormas dan LSM seolah sebagai bentuk dukungan kepada PTMP, padahal bukan,” ulas Herman.
Herman berharap, kedepannya untuk setiap pemberitaan yang tayang, harus selaras dengan foto dan fakta yang ada di lapangan, jangan sampai masyarakat salah persepsi.
“Ini penting agar masyarakat tidak salah persepsi dan tidak terjadi miskomunikasi yang merugikan semua pihak,” pungkasnya. (Roni)






