BERITA JAKARTA – Jubir Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, M. Firman, SH, MH, memastikan bahwa keberadaan tentara di ruang sidang pada saat persidangan perdana perkara korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan terdakwa eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim pada Senin 5 Januari 2026, tidak ada pemberitahuan.
“Pada saat itu tidak ada pemberitahuan,” ucap Firman melalui pesan singkatnya, Rabu (7/1/2026) malam.
Sehingga kata Firman, pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan PN Jakarta Pusat.
“Kami akan konsultasikan dengan pimpinan PN Jakarta Pusat,” terangnya.
Firman menjelaskan, pihak PN Jakarta Pusat juga tidak mengetahui maksud dan tujuan Penuntut Umum melibatkan personil TNI saat persidangan perkara korupsi tersebut.
“Itu bisa ditanyakan kepada Penuntut Umum,” pungkasnya singkat mengakhiri.
Sebelumnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 5 Januari 2026, tiga prajurit TNI itu berdiri di depan kursi pengunjung sidang.
Posisi itu tepat di depan pintu untuk keluar-masuk area persidangan, yakni kursi Penasihat Hukum, Jaksa dan terdakwa.
Awalnya hanya ada satu prajurit TNI yang terlihat saat pembacaan surat dakwaan Nadiem. Setelah sidang diskors dan dilanjutkan, jumlah prajurit bertambah menjadi tiga orang.
Hakim memotong pengacara Nadiem yang sedang membacakan eksepsi untuk menegur tiga prajurit TNI tersebut.
“Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya?” tegur Ketua Majelis Hakim, Purwanto.
Hakim meminta tiga prajurit TNI itu berdiri di belakang ruangan. Hakim meminta mereka menyesuaikan posisi agar tak menghalangi pengunjung sidang lainnya.
“Mungkin bisa ambil posisi jangan berdiri disitu, Pak, karena mengganggu kamera. Bisa menyesuaikan Pak, bisa mundur. Nanti pada saat ditutup baru maju, karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya,” ujar Hakim.
Tiga prajurit TNI itu berpindah ke belakang kursi pengunjung. Hakim kemudian mempersilakan tim Penasihat Hukum Nadiem untuk lanjut membacakan eksepsi.
“Bisa lebih mundur lagi Pak, mundur. Nanti pada saat sidang ditutup, mau masuk, silakan. Biar tidak terganggu dengan rekan-rekan media juga ya. Silakan,” pungkasnya. (Sofyan)






