BERITA BEKASI – Taktik baru Kota Bekasi percepat proyek hingga tender dimajukan ke Januari atau memang pekerjaan proyek banyak yang tidak capai target atau selesai?
Hal itu dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi menyoal setrategi yang digunakan Walikota Bekasi, Tri Adhianto.
“Informasi yang kita dapat ternyata banyak pekerjaan proyek APBD 2025 Kota Bekasi yang belum rampung sampai saat ini,” terang Dede, Senin (5/1/2026).
Dede menduga, percepatan lelang atau tender yang dimajukan sejatinya untuk menutupi pekerjaan APBD 2025 yang belum rampung.
“Pekerjaannya proyek ada yang baru 20 persen. Bahkan ada pekerjaan yang baru 80 persen, tapi sudah dibayar lunas. Ini bukan proyek multiyers,” tegasnya.
Dede berujar, jadi kebijakan itu diambil bukan karena mengatasi lambanya penyerapan anggaran pada tahu-tahun sebelumnya, tapi ada suatu yang ditutupi.
“Jadi bahasa Walikota Bekasi menyatakan 2 Dinas kecil atau lamban penyerapannya tentu berbeda dengan bahasa proyek yang tidak target atau rampung,” imbuhnya.
“Contoh peroyek SDN Ciketing Udik 3 Kota Bekasi sampai dari 2025 sampai 2026 pertanggal sekarang aja belum rampung-rampung pekerjaan proyeknya, tambah Heru mengakhiri.
Sebelumnya, diberitakan Pemerintah Kota Bekasi menggenjot penyerapan anggaran dengan memajukan jadwal pengadaan proyek fisik.
Rencananya, proses lelang untuk sejumlah proyek pekerjaan akan dibuka sejak awal Januari 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi lambatnya penyerapan anggaran.
Langkah percepatan ini sudah dikoordinasikan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Jawa Barat. (Roni Mahendra)






