BERITA BEKASI – “Dimana ada asap disitu ada api”. Artinya, tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan atau tanpa alasan yang mendasarinya.
Hal itu diutarakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, terkait insiden yang menjerat 3 anggota binaannya.
Insiden ini, kata Delvin terjadi beberapa waktu lalu diparkiran Ruko Central Niaga Kalimalang yang dikelola pihak PT. Mitra Patriot (PTMP) Kota Bekasi, bukan karena prilaku criminal atau premanisme.
“Persoalannya adalah ketika anak-anak mau pulang sampai palang parkir tahunya tiket atau terselip dan kehabisan uang,” terang Delvin kepada Matafakta.com, Senin (15/12/2025).
Kemudian, kata Delvin, karena anak-anak juga sudah biasa di Kawasan Ruko Central Kalimalang itu mencoba memohon untuk bisa keluar nanti balik lagi baru parkir dibayar.
“Petugas palang parkir ketika itu sudah mau ngerti, tahu-tahu datang petugas lain bernama Latif melontarkan kata-kata jangan kasih keluar tutup palang pintunya,” ucap Delvin menirukan.
Mendengar itu, lanjut Delvin, anak-anak pun spontan emosi dan sempat melakukan sedikit aksi kekerasan terhadap Latif yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.
“Jangankan orang yang dibawah pengaruh alkohol orang waras yang masih berjiwa muda pasti emosi kalau mengalami hal seperti itu apalagi merasa sesama orang lapangan,” ujar Delvin.
Delvin mengaku, kecewa dengan pihak PTMP Kota Bekasi yang terlihat tidak mau melakukan upaya mediasi yang terkesan persoalan ini tetap akan mereka lanjutkan secara hukum.
Delvin berujar, beberapa kali pihak korban ditemui selalu sebut bahwa ini perintah Walikota Bekasi dan atasannya, sehingga memang proses ke-3 anggota binannya tersebut dipercepat.
“Ke-3 anggota ini ditanganinya seperti menangani kelompok teroris pakai senapan laras panjang saat menemuin keluarganya. Padahal sepele hanya persoalan parkir,” ulas Delvin.
Apalagi, lanjut Delvin, ke-3 anggota binannya kooperatif datang menghadap ke Penyidik, bukan ditangkap. Korban juga setelah kejadian besoknya sudah aktif kerja,” ungkapnya.
“Kabar bahwa persoalan ini sudah menjadi atensi Walikota Bekasi pun beredar dikalangan PTMP. Ini luar biasa persoalan sepele soal parkir jadi atensi Walikota Bekasi. Ngeri,” sindir Delvin.
Delvin menambahkan, pihaknya LSM GMBI Distrik Kota Bekasi aja masih mau melakukan pembinaan dan rehabilitasi social khususnya dalam aspek pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
“Apalagi ke 3 anggota ini, bukannya ditangkap, tapi datang sendiri atau kooperatif ke Polres Metro Bekasi Kota, bukannya ditanggapi positif, malah ditahan,” pungkas Delvin. (Roni Mahendra)






