BERITA BEKASI – Petani di Kampung Piket, Desa Sukaringin RT 16 RW 10, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, gagal panen.
Pasalnya, diduga proyek pengeboran sumur bor satelit yang dikerjakan PT. Cemerlang Sinar Kemakmuran (PT. CSK), mengeluarkan air asin yang mengalir ke sawah warga.
Akibatnya, sawah petani Desa Sukaringin gagal panen gara-gara kegiatan pengeboran PT. CSK yang serampangan membuang limbahnya tanpa pengawasan.
“Ini udah satu bulan lebih enggak ada kepastian. Sawah yang harusnya udah panen sekarang malah gagal panen,” keluh Utan (43) kepada Matafakta.com, Kamis (11/9/2025).
Selain itu, kata Utan, sebelum adanya kegiatan atau aktivitas pengeboran yang dilakukan PT. CSK, sawah mereka aman dan tidak mengalami kekeringan.
“Sebelumnya sawah kita aman-aman aja, tapi pas ada aktivitas pengeboran Perusahaan PT. CSK sawah jadi kering begini,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Agus (48) yang sawahnya bersebelahan dengan Utan juga mengalami gagal panen dampak dari kegiatan pengeboran PT. CSK.
“Iya padi saya pada melepes atau hangus akibat aktivitas Perusahaan. Kita minta pertanggung jawaban, karena cuma ini yang jadi harapan kita buat nyambung hidup,” lirihnya.
Sekarang, tambah Agus, sawah yang menjadi gantungan hidup keluarganya, malah rusak akibat kegiatan proyek pengeboran yang dilakukan PT. CSK.
“Ya, kita minta pertanggung jawaban dari pihak Perusahaan. Ini sudah satu bulan pihak Perusahaan PT. CSK nggak ada kabarnya. Diam-diam aja,” pungkas Agus.
Akibat gagal panen kerugian petani ditaksir mencapai jutaan rupiah. Para petani korban limbah pengeboran PT. CSK bertanggung jawab. (Ronny)






