BERITA BEKASI – Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, menggelar aksi bersih-bersih Monumen Kali Bekasi yang terletak ditepian Kali Bekasi di Jalan Ir. Haji Juanda, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Aksi bersih-bersih itu, dipimpin langsung Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Abah Zakaria yang didampingi, Delvin Chaniago selaku Wakil Ketua dan Asep Sukarya selaku Sekretaris beserta jajaran dan Anggota LSM GMBI Distrik Kota Bekasi.
Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Abah Zakaria mengatakan, Monumen Kali Bekasi, merupakan simbol penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya bagi keberanian rakyat Bekasi dalam melawan penjajah.
“Monumen ini adalah saksi bisu dari perjalanan panjang rakyat Bekasi ketika melawan tentara Jepang. Dilokasi monumen ini, 90 tentara Jepang mati dibantai rakyat Bekasi secara tragis pada tanggal 18 Oktober 1945,” terang Abah sapaan akrabnya, Sabtu (16/8/2025).
Kegiatan bersih-bersih ini, kata Abah, juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme dikalangan masyarakat dan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai sejarah perjuangan bangsa.
“Sejarah memberikan pemahaman tentang asal-usul, perkembangan dan nilai-nilai yang membentuk suatu bangsa atau entitas. Tanpa sejarah, suatu bangsa akan kesulitan membangun masa depan yang lebih baik dan menghargai keberagaman,” tandas Abah.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago mengatakan, kebersihan monumen tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai warga Negara yang menghargai perjuangan para pahlawan.
“Kalau bukan kita masyarakat Bekasi yang peduli terhadap bangunan bersejarah yang ada di Bekasi siapa lagi. Mari kita jaga monumen sejarah yang ada di Bekasi sebagai bentuk rasa nasionalisme kita terhadap bangsa ini,” ucap Delvin.
Sejarah, lanjut Delvin, memberikan identitas dan rasa kepemilikan terhadap suatu bangsa atau kelompok. Tanpa pemahaman sejarah, individu atau kelompok bisa kehilangan rasa kebanggaan dan jati diri juga berpotensi mengulangi kesalahan yang sama.
“Sejarah mencatat berbagai peristiwa, baik keberhasilan maupun kegagalan. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengambil pelajaran dari kesalahan masa lalu dan menghindari terulangnya kesalahan yang sama,” tungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Distrik LSM GMBI Kota Bekasi, Asep Sukarya mengatakan, dibulan Agustus ini harusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Jawa Barat peduli terhadap bangunan-bangunan bersejarah.
“Bangunan bersejarah ini harus diperhatikan khsususnya Pemkot Bekasi dan Jawa Barat yakni, Gubernur KDM. Kemarin diadakannya acara napak tilas panitia tidak edukasi terhadap monumen bersejarah Kali Bekasi lihat kondisinya sekarang prihatin,” tutur Asep.
Dikatakan Asep, betapa pentingnya untuk terus mempelajari dan memahami sejarah agar dapat menghargai masa lalu, belajar dari pengalaman dan membangun masa depan yang lebih baik. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
“Artinya, bangsa yang besar tidak melupakan dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Bangsa yang besar juga terus bergerak maju, menjaga persatuan dan mencintai tanah airnya,” pungkas Asep. (Ronny)






