BERITA BEKASI – PT. Frisian Plag Indonesia diminta segera menginformasikan hasil uji laboratorium terkait, adanya temuan susu kotak Frisian Plag yang diduga sudah kedaluarsa oleh warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hal itu dikatakan, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bekasi (FKMPB), Eko Setiawan, menyoroti adanya temuan susu kotak Frisian Plag digerai Alfamidi, Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
“Kan sempel susu yang dibeli Dwiti Ayuningtyas warga Kabupaten Bekasi itu, sudah dibawa kurir katanya mau di cek ke laboratorium Frisian Plag Indonesia,” kata Eko kepada Matafakta.com, Kamis (31/7/2025).
Sebab, kata Eko, temuan susu kemasan Frisian Plag yang diduga kedaluarsa tersebut, sudah dipublikasi media, sehingga masyarakat khususnya di Kabupaten Bekasi, harus tahu rasa yang aneh itu, karena sudah kedaluarsa atau apa?.
“Kalau yang belum lama terjadi di Bogor itu susu beberapa merk ternama berlebel kedaluwarsa palsu yang terungkap dari toko grosir yang mereka beli dari sebuah Gudang di daerah Depok,” tuturnya.
Namun, lanjut Eko yang terjadi di Kabupaten Bekasi susu Firisian Plag yang diduga sudah kedaluarsa tersebut dibeli oleh Dwiti Ayuningtyas disebuah gerai Alfamidi, bukan dari toko grosir atau warung biasa.
“Alfamidi itu memiliki akses ke jaringan logistik dan pemasok yang terpusat dan langsung dari prinsipal atau distributor utama, bukan dari grosir secara independen,” jelasnya.
Sehingga, sambung Eko, produk-produk yang dijual secara ritel melalui gerai Alfamidi sebagai bagian dari Alfamart Group tersebut, tentunya sudah terjamin keasliannya dari dugaan pemalsuan produk dan sebagainya.
“Apakah temuan susu Frisian Plag di Alfamidi Cibuntu, Kabupaten Bekasi yang diduga sudah kedaluarsa tersebut juga korban lebel kedaluarsa palsu?. Sebab, labelnya juga masih berlaku yakni, Oktober 2025,” imbuhnya.
Untuk itu, tambah Eko, pihaknya tengah menunggu penjelasan resmi hasil laboratorium Frisian Plag Indonesia, terkait adanya temuan susu Frisian Plag yang diduga sudah kedaluarsa di Alfamidi Cibuntu, Kabupaten Bekasi.
“Pihak Frisian Plag Indonesia harus menjelaskan rasa pahit itu apa, karena sudah kedaluarsa atau apa?. Ngak cukup cuma ambil sempel setelah masyarakat complain setelah itu hilang kabar begitu aja. Ini soal kesehatan masyarakat lho,” pungkas Eko. (Hasrul)






