BERITA BEKASI – Pemerintah Daerah memiliki kewenangan dalam mengelola pendidikan di wilayahnya, termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan ditingkat daerah serta menyediakan fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai.
Khususnya di Provinsi Jawa Barat, akhir-akhir ini, Kepala Daerah dibeberapa wilayah seperti Bekasi dan sekitarnya, tengah berfokus pada persoalan banjir yang dimotori Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM.
Viral-viral ala KDM yang tengah focus pada proyek normalisasi sungai, rehabilitasi lahan kritis dan penertiban bangunan liar (bangli) luput untuk memperhatikan persoalan infrasetruktur dan fasilitas pendidikan seperti penunjang system PPDB Online.
“Apalagi seperti jaringan tidak stabil atau eror. Lah, sekarang dari pukul 22 : 00 WIB sampai saat ini lampu dibeberapa wilayah di Jawa Barat mati,” tulis Ronny Mahendra selaku masyarakat yang menyampaikan keluhannya melalui akun Facebook-nya, Kamis (10/7/2025).
Lalu, lanjut Ronny, bagaimana dengan system Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang bergantung pada listrik dan jaringan. Kondisi ini tentu, akan merugikan para orang tua yang tengah mendaftarkan anaknya.
“Pengumuman untuk tingkat SMA dibeberapa wilayah di Indonesia diumumkan mulai pukul 15 : 00 WIB dan berakhir pukul 1 : 00 WIB, namun pukul 22 : 00 WIB mulai eror. Ini ada apa dengan system PPDB Online,” sindir Ronny.
Seharusnya, kata Ronny, ketika Pemerintah Daerah membuat suatu program atau trobosan sewayahnya, sudah terlebih dahulu mempersiapkan infrasetruktur dan fasilitas penunjang pendidikan untuk program tersebut, sehingga tidak menyusahkan masyarakat.
“Infrasetruktur dan fasilitas pendidikan ini tak kalah penting dengan persoalan banjir. Sebab, menyangkut masa depan anak bangsa khususnya yang ingin bersekolah dibangku sekolah Negeri. Swasta mahal sementara masuk Negeri sulit,” ujarnya.
Belum lagi, tambah Ronny, masih kurangnya jumlah bangunan Sekolah Negeri baik SD, SMP maupun SMA yang mungkin hampir disetiap daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat, sehingga para orang tua berusaha dengan berbagai cara.
“Ini juga menjadi persoalan yang sering menimbulkan berbagai persoalan setiap tahunya atau setiap ajaran baru yang juga perlu dipikirkan para Kepala Daerah selain memikirkan persoalan untuk mengetaskan banjir,” pungkas Ronny. (Bogel)






