BERITA BEKASI – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron bersama Ketua Komisi II, Hj. Ani Rukmini serta Koramil 04 dan Kapolsek Babelan mengunjungi Pasar Bayem, Babelan, Kamis (13/3/2025).
Dalam tinjauannya, Ade Sukron menginginkan pedagang bayem dipindahkan ke lokasi Pasar lama Babelan bukan dilokasi milik Perhutani seperti sekarang.
“Penataan dan pengelolaan Pasar yang baik sangat penting, karena pasar merupakan tempat interaksi masyarakat dan berperan dalam mendorong roda perekonomian,” kata Sukron.
Selain itu, lanjut Sukron, dapat meningkatkan retribusi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Bekasi.
“Kalau proses perekonomian berjalan, ya tentu saja akan meningkatkan pendapatan, baik dari sisi retribusi atau dari pajak-pajak perekonomian yang ada,” ujarnya.
Saat ini, kata Ade DPRD tengah melakukan kajian terkait kondisi pasar-pasar di Kabupaten Bekasi untuk dilakukan penataan.
“Apabila pasar memiliki estetika yang kurang nyaman, maka penataan akan dilakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi konsumen yang beraktivitas di Pasar,” ulasnya.
Dikatakan Ade, permasalahan pengelolaan Pasar juga menjadi perhatian utama, mengingat adanya sejumlah temuan.
Ade menyebut, berdasarkan kajian bahwa ada beberapa Pasar yang masih terhambat oleh regulasi, seperti sengketa di Pasar Babelan, Pasar Induk Cibitung serta Pasar Cikarang.
“Pasar Cibitung yang kemarin kita sempat RDF dan ada beberapa komitmen yang akan di penuhi, dan mudah-mudahan itu juga menjadi pintu masuk untuk penataan pasar,” tuturnya.
Menurut Ade, pasar-pasar tersebut memiliki sejarah panjang dan merupakan Pasar besar yang menjadi primadona untuk peningkatan PAD Kabupaten Bekasi.
“Oleh karena itu, pentingnya perhatian serius dari semua pihak untuk memaksimalkan potensi Pasar melalui penataan yang baik,” pungkasnya. (Rosul)






