BERITA BEKASI – Menarik jika menyoal duet bergengsi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Kreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi.
Hal itu dikatakan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bekasi, (FKMPB), Eko Setiawan menyoroti periode kedua kepemimpinan Walikota Bekasi, Tri Adhianto.
“Menarik lah Ketua KONI Kota Bekasi pak Tri Adhianto sementara Ketua KORMI istrinya yakni, bu Dwi Setyowati alias Wiwiek Hargono,” terang Eko, Rabu (12/3/2025).
Sebab, lanjut Eko, KORMI tahun ini 2025, tengah mengajukan dana hibah sebesar Rp8 miliar lebih (8.140.000.000). Sementara KONI mengajukan sebesar Rp73 miliar lebih (73.061.960.000).
“Makanya duet bergengsi tahun ini karena yang mengajukan sosoknya sama yang nanti akan menyetujui atau acc yakni, pak Tri Adhianto selaku Walikota Bekasi sekaligus Ketua KONI,” ucap Eko.
Kaitan hal itu, sambung Eko, dirinya tak berprasangka buruk meski rawan dengan aroma konflik kepentingan namun sulit menggradasi alasan untuk kepentingan masyarakat.
“Jangan lupa, banjir yang menimpa Bekasi baik Kota maupun Kabupaten kemarin cukup parah tentu butuh keseriusan untuk itu yang membutuhkan anggaran cukup besar,” tuturnya.
Walikota Bekasi sendiri, sudah mengeluarkan SE Nomor: 300.2/1294/Setda.Kesra, tentang donasi bantuan kemanusiaan bencana banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Dalam SE itu bukan hanya pihak Swasta dan BUMD, tapi juga warga Kota Bekasi yang diharapkan bisa turut serta membantu bencana alam di Kota Bekasi,” ujarnya.
Sehingga, Pemerintah Daerah seperti Kota Bekasi diharapkan focus untuk memikirkan solusi yang setiap beberapa tahun mensengsarakan masyarakat akibat banjir kiriman.
“Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi sendiri sudah mengundang beberapa Kepala Daerah dalam pembahasan evaluasi banjir yang terjadi. Anggarannya juga tidak sedikit,” ucap Eko.
Untuk itu, tambah Eko, Pemerintah Kota Bekasi yang terdampak paling parah focus mementingan persoalan banjir ada alasan kemanusiaan disana dan tanggung jawab Pemerintah.
“Ini paling persoalan paling penting disamping adanya kebijakan efisiensi yang tentu lebih diutamakan kepada hal yang lebih prioritas dan menyetuh masyarakat,” pungkasnya. (Dhendi)






