BERITA BEKASI – Kalau memang penyesuaian pengangkatan CPNS dan PPPK 2024, bukan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, kenapa harus ditunda kasian nasib ribuan pegawai yang sudah mengabdi.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Dsitrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menyoroti adanya rencana aksi nasional terkait penundaan pengangkatan tersebut.
“Misalnya, untuk yang status PPPK itu rata-rata pegawai yang sudah mengabdi bertahun-tahun dengan menyandang status sebagai pegawai honorer diintansi Pemerintah,” terang Delvin, Senin (10/3/2025).
Baru senang kemarin, sambung Delvin, mendapat kabar akan diangkat statusnya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah selesai ikut test tahunya ditunda pengakatannya 1 Maret 2026.
“Sementara, untuk Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS malah 1 Oktober 2025 hasil keputusan bersama Pemerintah dan Komisi II DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat pada Rabu 5 Maret 2025,” ujar Delvin.
Dikatakan Delvin, kebijakan PPPK adalah salah satu cara menghormati pengabdian para pegawai honorer yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
“Baru kemarin mereka mendapatkan angin segar perhatian dari Pemerintah dengan mengikuti gelombang test sibuk menyiapkan pemberkasan tahu-tahunya malah ditunda. Kasian,” ucap Delvin.
Semoga hal ini, lanjut Delvin, menjadi perhatian serius Pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan khususnya nasib para pegawai honorer yang sudah mengikuti test PPPK tahun 2024 kemarin.
“Kalaupun ada keterkaitan dengan efisiensi paling tidak mereka menjadi tetap prioritas karena mereka bekerja untuk melayani masyarakat. Tidak ada ruginya dan sudah sewajarnya,” tegas Delvin.
Delvin pun, menyesalkan sikap DPRD dan Pemerintah Daerah yang tidak membela atau memperjuangkan nasib para pegawai honorernya adanya keputusan bersama terkait penundaan pengangkatan tersebut.
“Kemarin kan sebelum Pileg dan Pilkada banyak pahlawan yang ingin memperjuangkan nasib mereka, tapi sekarang setelahnya adanya penundaan pengkatan sudah ngak ada lagi yang respon,” pungkasnya. (Dhendi)






