BERITA BEKASI –Perlu ada evaluasi terhadap konsultan pembangunan yang ada di Kota Bekasi yang kinerjanya tidak pernah berubah dari tahun ke tahun yang berdampak buruknya pembangunan di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hal itu, dikatakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menyoroti beberapa temuan pekerjaan proyek yang tidak tepat waktu dan profesional.
“Temuan kita ternyata konsultan di Kota Bekasi jarang turun kelapangan. Kontraktor yang malah disuruh kerumahnya untuk sekedar tandatangan gimana proyek mau bener. Luar biasa,” kata Delvin kepada Matafakta.com, Sabtu (8/3/2025).
Dikatakan Delvin, konsultan sipil memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur seperti perencanaan dan disain, studi kelayakan, manajemen proyek, pengawasan kontruksi, pemantauan lingkungan dan lain-lain.
“Bagaimana tahu bahwa pekerjaan itu benar seperti penggunaan bahan material atau perhitungan volume kalau konsultan tidak pernah mantau kelapangan malah kontraktor tandatangan dirumah,” sindir Delvin.
Akibatnya, sambung Delvin, seperti proyek pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Type D Kota Bekasi yang hingga kini belum bisa dipungsikan, karena belum ada gardu listrik.
“Lah itu gimana ceritanya? Percuma dong ada konsultan terus gimanan perencanaannya? Bangunan sudah jadi tapi tidak bisa dipungsikan untuk melayani masyarakat, karena tidak adanya gardu listrik PLN,” ujarnya.
Ketidak hadiran, tambah Delvin, pihak konsultan juga didapati pada proyek pekerjaan kantor DPRD Kota Bekasi yang lewat dari waktu atau target yang sudah ditentukan sesuai dengan kontrak kerja proyek yang sudah disepakati.
“Gimana Kota Bekasi mau berubah labih maju terkait pembangunan kalau konsultannya modelnya begitu tidak profesional bahkan akan berpotensi menimbulkan kerugian Keuangan Daerah. Ini perlu dievaluasi,” pungkas Delvin. (Dhendi)






