BERITA BEKASI – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak diwilayah Desa Ciledug, Setu, Kabupaten Bekasi, mulai menarik perhatian public terhadap sosok Petahana, Iing Solihin, A.MD.
Pasalnya, beberapa keberhasilan atau klaim Iing Solihin untuk menaikan kredibilitas dan popularitasnya yang bakal kembali maju di Pilkades serentak 2026 dari Petahana mulai menuai dikritik
Kritik itu disampaikan melalui banner atau spanduk besar yang terpampang diwilayah Perumahan Griya Setu Permai (GSP) yang berjudul “Suara Hati Pemilih Cerdas” yang berisi:
- PILIH SESUAI HATI NURANI
Pemilih bukan berdasarkan iming-iming materi, bingkisan maupun isi amplop, TETAPI SESUAI DENGAN HATI NURANI.
- KEMANA SAJA 2 PERIODE
Selama 2 periode (13 Tahun) menjabat Anda kemana saja? Wilayah kami kebanjiran Anda tidak pernah peduli, sekarang PURA-PURA BAIK HATI minta dukungan 1 periode untuk 8 Tahun kedepan.
- AMBULAN DITARIK & DIJUAL
Kami KECEWA karena mobil Ambulance yang sudah diserahkan ke warga GSP ternyata DITARIK DAN DIJUAL (Ada bukti valid).
- KLAIM SEPIHAK PENANGGULANGAN BANJIR DI PERUMAHAN GSP
Pembangunan penanggulangan banjir adalah murni jeri payah warga Perumahan GSP melalui jalur aspirasi dewan menggunakan anggaran Kabupaten dan Provnsi (Bukan Anggaran Desa). Warga Perumahan GSP juga diwajibkan untuk ikut menyumbang materi, tenaga melalui kerja bakti, TETAPI DIAKUI SEBAGAI HASIL KERJA ANDA.
- FASILITAS PENDIDIKAN TERGESER
SMPN 1 Setu & SMKN 1 Setu adalah fasilitas pendidikan yang SEHARUSNYA DIPERTAHANKAN UNTUK TETAP BERADA DI SESA CILEDUG. Sekarang sekolah tersebut dipindah lokasi sehingga warga Desa Ciledug terhalang suarat zonasi dan kesulitan untuk mendaftar di sekolah favorit tersebut.
Kepada Matafakta.com, salah seorang warga yang tidak bersedia namanya disebutkan mengatakan, spanduk tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan fungsi kontrol sosial dalam demokrasi tingkat Desa.
“Wajar!. Fenomena ini mencerminkan dinamika politik Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades yang langsung menyentuh masyarakat bawah, karena Petahana, Iing Solihin, tentu memiliki rekam jejak kepemimpinan,” terang sumber, Senin (24/8/2026).
Spanduk kritik itu kata sumber, muncul karena warga khususnya warga Perumahan GSP, Desa Ciledug, Setu, Kabupaten Bekasi, sudah merasakan kepemimpinan 2 periode Iing Solihin yang sekarang berniat kembali maju.
“Spanduk kritikan itu sebagai evaluasi kerja nyata dan meluruskan klaim keberhasilan kinerja yang membohongi warga atau masyarakat. Kita ingin memilih calon pemimpin yang jujur dan bisa kerja, bukan mengklaim agar terpilih lagi,” pungkasnya. (Tim)






