BERITA BEKASI – Banyak warga di Kabupaten Bekasi yang mengeluhkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati baik PJU yang berada dalam Komplek Perumahan maupun PJU yang berada di Jalan Raya seperti Jalan Raya Inspeksi Kalimalang.
Selain lampunya cepat mati tiang besi pada PJU seperti di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang juga banyak ditemukan sudah dalam kondisi berkarat mengingat anggaran pada proyek PJU di Kabupaten Bekasi sesuai informasi cukup besar.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga telah menganggarkan biaya untuk pemeliharaan dan perawatan lampu PJU serta pembayaran rekening PJU yang hingga mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.
Meski brgitu, dana yang cukup besar tersebut terkesan tidak optimal seolah menjadi permasalahan klasik yang tidak kunjung dituntaskan Pemerintah Daerah (Pemda). Sebab masih banyaknya ditemukan lampu jalan yang mati.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Saeful Islam SH, MA mengatakan, Dinas terkait harus turun langsung melakukan pengecekan kelapangan, karena banyaknya ditemukan tiang PJU yang kondisinya berkarat.
“Dinas cek apa perlu diganti atau apa? Karena kalau lama-lama dibiarkan rusak dan khwatir juga membahayakan para pengguna jalan. Harusnya jangan pakai besi biasa yang anti karatlah galvanized, sehingga bertahan lama,” terangnya kepada Matafakta.com, Rabu (5/8/2026).
Memang, kata Saeful, menggunakan bahan galvanized secara biaya agak mahal, tapi nanti bisa dipertimbangkan di Badan Anggaran (Banggar) untuk dibahas atau dikaji nanti bisa berapa lama dan berapa efisiennya kalau tiang PJU menggunakan besi galvanized.
Selanjutnya, kata Saeful, terkait lampu-lampu PJU yang pada mati perlu menjadi perhatian seperti di Jalan Layang, SGC, Pillar dan beberapa lokasi lainnya yang memang sudah banyak yang mati untuk segera diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Tolong itu Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi lampu-lampu yang mati untuk segera diperbaiki, karena untuk mengurangi kerawanan atau tindak kejahatan agar masyarakat merasa aman dan nyaman jalan di malah hari,” tandasnya.
Terpisaha, Aktivis Jaringan Nusantara Watch (JNW), Aji Nur Prasetyo jebolan tehnik sipil dari Universitas Bakrie mengatakan, sepertinya perlu dilakukan audit anggaran proyek PJU di Kabupaten Bekasi untuk memastikan kesesuaian spesifikasi.
“Karena lampu led-nya kadang baru hitungan bulan sudah cepat rusak atau mati. Ini penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi teknis, RAB serta mencegah kerugian Keuangan Daerah,” tegasnya.
Apakah, sambung Aji, dengan anggaran yang sudah ditetapkan Pemerintah Daerah melalui Rencana Anggaran Belanja (RAB) itu, sudah mendapatkan bahan yang berkualitas seperti bahan tiang PJU dan lampu led-nya
“Lampu PJU jenis led yang bagus itu biasanya bertahan selama 30.000 hingga 50.000 jam atau setara dengan pemakaian sekitar 10 hingga 12 tahun jika menyala rata-rata 12 jam setiap malamnya. Jadi, kalau baru hitungan bulan sudah mati perlu dipertanyakan,” ulasnya.
Sebab, kata Aji, dengan pemasangan PJU yang jauh dari kualitas yang baik nantinya akan memperbesar biaya pemeliharaan dan kerusakan yang cukup panjang, sehingga justru akan berdampak kerugian keuangan daerah.
“Perlu di cek atau diaudit. Apakah dengan RAB yang ada itu sudah sesuai dengan spesifikasi teknis, karena dibeberapa wilayah khususnya di Perumahan baru beberapa bulan ngak sampai setahun dikerjakan lampu led-nya sudah mati,” ulasnya.
Sementara, lanjut Aji, untuk tiangnya yang tahan karat dan awet harus menggunakan material baja dengan proses Hot-Dip Galvanized (HDG) serta mampu bertahan selama 20 hingga 30 tahun dalam pemakaian normal di luar ruangan.
“Jadi kalau masih banyak ditemukan tiang PJU berkarat perintah RAB-nya dicek lagi apakah menggunakan besi biasa. Kalau galvanized jangankan di Perumahan dilingkungan ekstrem dekat pantai atau Kawasan Industri aja bisa bertahan selama 10–15 tahun,” pungkasnya. (Mul)






