BERITA BEKASI – Kualitas air buruk, warga geruduk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perumda Setia Asih sebagai bentuk protes warga atas pasokan air bersih yang sering mati hingga hampir sebulan serta kondisi air yang keruh.
Sementara di Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi beralamat di Jalan Raya Kalimalang, Kampung Tegal Danas, Cikarang Pusat, tengah sibuk menggalang tandatangan mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husen.
Kabar terbaru, beredar bahwa adanya gerakan atau penjaringan tandatangan pegawai mosi tidak percaya terhadap Daud Husen dilingkungan Perumda Tirta Bhagasasi yang rencananya akan berlanjut ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Samuel F. Silaen mengatakan, ingat pelayanan konsumen harus menjadi fokus utama Perumda Tirta Bhagasasi agar distribusi air bersih dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga tanpa terganggu oleh konflik internal.
“Lagian, Plt. Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja sudah menjawab buntut adanya mosi tidak percaya dan menyusul penetapan 3 tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan yang akan melakukan evaluasi menyeluruh serta audit independen Perumda Tirta Bhagasasi,” terang Silaen, Selasa (4/8/2026).
Jadi kalau masih ada, kata Silaen, gerakan-gerakan yang bersifat dapat menganggu tugas dan pelayanan prima para pegawai terhadap konsumen Perumda Tirta Bhagasasi itu artinya memang ada pihak atau kelompok orang yang dengan sengaja membuat Perumda Tirta Bhagasasi gaduh dengan niat tertentu.
“Hargai lah Plt. Bupati Bekasi. Beliau selaku KPM kan sudah memberikan jawaban akan melakukan evaluasi menyeluruh dan akan melakukan audit independen. Ya, tunggu masa harus dipanjangkan lagi sampai ke Mandagri. Ada provokatornya dong,” sindir Silaen.
Kecuali, lanjut Silaen, Plt. Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja selaku KPM atau kuasa tertinggi dalam kepemilikan Perumda Tirta Bhagasasi, tidak merespon berbagai persoalan atau konflik internal yang terjadi di dalam mungkin tidak heran kalau ada pergerakan.
“Jadi jangan buat gaduh atau persoalannya jadi blunder. Nanti menyusul ada persoalan pelayanan air mati atau keruh dikira gara-gara Dirum Daud Husen dampak dari mosi tidak percaya. Padahal, Jabatan Dirum lebih fokus pada Administrasi, Keuangan dan SDM,” tegasnya.
Sementara, tambah Silaen, soal kualitas air PDAM secara fungsional berada di bawah lingkup Direktur Tehnik (Dirtek) atau Direktur Utama (Dirut) secara kelembagaan, bukan tugas dari Direktur Umum (Dirum) yang lebih fokus pada Administrasi, Keuangan dan SDM.
“Plt. Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja sudah merespon tinggal tunggu. Jadi para pegawai jangan terpengaruh dengan ajakan yang tidak mendidik bahkan terkahir kabarnya sampai mau mogok massal segala. Kalau ini terjadi musti dicari actor intlektualnya siapa itu,” pungkas Silaen. (Tim)






