BERITA SUMUT – Dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan.
Warga menyebut aktivitas yang berlangsung di Kawasan Serapuh dan Komplek Lokalisasi Bukit Maraja, Kecamatan Gunung Malela, telah lama meresahkan masyarakat.
Kepada Matafakta.com, dari keterangan sejumlah warga dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut, bukan lagi sekadar isu yang beredar dari mulut ke mulut.
Mereka menilai aktivitas yang berlangsung secara terbuka itu seharusnya menjadi perhatian serius Aparat Penegak Hukum (APH).
Sebab, kata warga, dikhawatirkan dapat merusak masa depan generasi muda serta mengganggu keamanan lingkungan.
Empat nama dengan inisial DAN, DED, LEO dan IKO disebut dalam laporan warga. Namun hingga berita ini ditulis, tudingan tersebut masih sebatas dugaan.
Pasalnya, belum ada pernyataan secara resmi dari APH mengenai keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan yang sudah familiar dikalangan warga setenpat.
Seorang warga Serapuh yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan dugaan pola peredaran tersebut. DAN diduga berperan sebagai pemasok sabu.
Barang diduga didistribusikan kepada DED untuk diedarkan di Kawasan Bukit Pasar Lama. Sementara, Leo di Komplek Lokalisasi Bukit Maraja dan IKO diwilayah Serapuh.
“Sudah lama mereka itu. Kami heran, apakah aparat benar-benar ngak tahu atau memang dibiarkan. Padahal, masyarakat sudah sangat resah,” ujar sumber, Selasa (8/7/2026).
Keresahan warga, bukan tanpa alasan. Mereka meyakini maraknya dugaan peredaran narkoba berpotensi memicu meningkatnya tindak criminal.
“Tindak pidana lain seperti pencurian, aksi premanisme, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tuturnya.
Warga juga, lanjut sumber, khawatir penyalahgunaan narkotika akan semakin menyasar kalangan remaja dan usia produktif.
“Kami warga siap mendukung langkah Kepolisian apabila dilakukan tindakan nyata di lapangan. Kami ingin lingkungan kami bersih dari narkoba,” tegasnya.
“Untuk itu, kami meminta pihak Kepolisian segera mengusut dugaan jaringan peredaran ini secara tuntas,” sambung warga lain.
Masyarakat berharap aparat Kepolisian bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan, melakukan penyelidikan secara objektif dan professional.
“Tegas dan tanpa pandang bulu adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus melindungi generasi muda Simalungun dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” tutupnya.
Menanggapi informasi tersebut, Kapolsek Gunung Malela, AKP Verry Purba menyatakan, melalui pesan Whatsapp “Terimakasih infonya, akan kami tindak lanjut,” pungkasnya singkat. (Tim)






