BERITA BEKASI – “Kritik yang membangun seharusnya disampaikan dengan data dan keberanian untuk berdialog, bukan berlindung dibalik topeng identitas atau akun anonim”.
Hal tersebut disampaikan, Pengamat Politik, Samuel F Silaen, menyoroti serangan kritik ala TikTokers dengan gambar atau meme terhadap sosok Plt Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja.
“Ada baiknya dalam menyampaikan kritik dengan akun yang jelas bukan anonim. Sebab bila anonim akan dicap sebagai tindakan yang pengecut atau takut untuk mempertanggung jawabakan tuduhannya,” terang Silaen, Selasa (16/6/2026).
Kritik konstruktif kata Silaen harusnya yang membangun dan disampaikan dengan fakta dan data juga keberanian untuk berdialog, bukan berlindung dibalik topeng identitas atau akun anonim.
“Tapi masyarakat sekarang sudah cerdas lah paling akun-akun seperti itu sekarang dianggap panggung lenongan ala media social diera digital,” sindirnya.
Meski begitu, lanjut Silaen, Pemerintah dan otoritas terkait juga harus mengawasi penyebaran rumor atau serangan yang tidak berdasar dari akun-akun anonim tersebut.
“Ya, namanya pengkritik tersembunyi kan bebas mau nuding apa aja sesuai keinginan dan tujuannya untuk menjelekan sosok Plt Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja,” ulasnya.
Silaen berujar, akun anonim sangat rentan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau tuduhan tanpa bukti dan dasar yang jelas dengan maksud ingin merusak nama baik orang dan reputasinya.
“Logika sehatnya kalau memang benar apa yang telah disampaikannya tampil dong siap bertanggung jawab dan berdialog dengan siapa saja,” tuturnya.
Kritik yang berani dan bertanggung jawab telah dicontohkan, Tiyo Ardianto Ketua BEM KM UGM periode 2025 terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Itu baru namanya pengkritik yang jantan terhadap Pemerintah tampil tidak melalui gambar atau meme ala TikTok di Kabupaten Bekasi,” ulasnya.
Meskipun, tambah Silaen, penggunaan kata-kata Tiyo memicu perdebatan publik, karena beberapa pihak menilai langkahnya cerdas dan keberaniannya jarang dimiliki pemuda seusianya saat ini. Sementara pihak lain mengecamnya, karena dianggap berlebihan.
“Apapun ceritanya Tiyo berani tampil artinya berani bertanggung jawab atas kritiknya yang telah disampaikannya. Bukan ibarat pedang tajam, tapi masih sembunyi balik sarung,” pungkasnya. (Tim)






