BERITA BEKASI – Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bekasi (FKMPB), mengapresiasi rencana Plt. Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja yang akan focus, melakukan penataan kawasan dan revitalisasi Pasar Cikarang pasca kebakaran pada Minggu 17 Mei 2026 lalu.
“Pemerintah sedang melakukan evaluasi kelayakan bangunan dan mengkaji pembongkaran total bangunan lama untuk dibangun kembali menjadi pusat perdagangan modern,” terang Ketua FKMPB, Eko Setiawan kepada Matafakta.com, Selasa (19/5/2026).
Dikatakan Eko, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait penataan kawasan dan revitalisasi Pasar Cikarang agar para pedagang merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas berdagang tanpa harus mengganggu ketertiban umum.
“Penataan kawasan dan revitalisasi Pasar Cikarang tanpa mengurai kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat pengendara dan bau saat melintas diarea tersebut, tentu akan tetap menimbulkan masalah, mengingat lokasi Pasar Cikarang sekarang belum memadai,” ucap Eko.
Plt. Bupati Bekasi, lanjut Eko, Dr. Asep Surya Atmaja, seharusnya sudah mengetahui dan memahami keadaan atau kondisi dilapangan agar tidak asal dalam membuat suatu perencanaan yang akhirnya akan menimbulkan masalah baru, terkait penataan Pasar Cikarang
“Kami sebagai masyarakat ingin yang terbaik buat Kabupaten Bekasi, terutama terkait masalah Pasar Cikarang yang sudah terlalu lama tidak mendapatkan perhatian serius Pemerintah Daerah. Sudah sejak 2014 masalahnya ngak kelar-kelar,” ucap Eko.
FKMPB kata Eko, kembali mengingatkan bahwa ada pekerjaan rumah yang belum selesai sejak tahun 2014, terkait pelepasan asset Pasar Cikarang seluas 2,6 hektar yang sudah ada pihak pemenang lelangnya yakni, PT. Senjaya Rejeki Mas (PT. SRM).
“Padahal, pemenang lelangnya sudah ada dan semua sudah rapih tinggal berikan SPK kepada PT. SRM, tanpa harus pak Plt Bupati, repot-repot melangkah ini dan itu. Masa beberapa Bupati tak mampu menyelesaikan ini,” imbuhnya.
Sehingga, tambah Eko, pembangunan Pasar Cikarang benar-benar bisa maksimal yang membuat para pedagang aman dan nyaman dan Pemerintah Daerah (Pemda), tidak perlu repot-repot memikirkan anggaran yang bisa digunakan untuk yang lain.
“Pak Plt Bupati kalau benar-benar ingin masyarakat aman nyaman dan ekonomi berjalan stabil mengapa tidak mengambil langkah untuk melanjutkan proses pemenang lelang agar Pasar Cikarang terbangun secara layak dan biaya melalui BOT,” tuturnya.
“Apa mungkin untuk membuat SPK aja harus ada upetinya seperti yang sudah-sudah dan akhirnya pada terjaring kasus hukum?. Kasus ijon proyek aja belum selesai nanti kena lagi gara-gara upeti SPK Pasar Cikarang,” tambah Eko bergurau.
Lebih jauh Eko mengatakan, percaya dengan kepemimpinan Plt Bupati Bekasi sekarang, Dr. Asep Surya Atmaja akan mendengar dan pertimbangkan suara masyarakatnya demi perbaikan dan kemajuan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Saya yakin dengan kepemimpinan Plt Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja yang ingin melanjutkan pembangunan Kabupaten Bekasi jauh lebih baik lagi dan selalu mendengar aspirasi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkas Eko. (Tim)






