BERITA BEKASI – Segala hal memiliki tempatnya masing-masing agar berfungsi dengan baik “A place for everything, and everything in its place”.
Hal tersebut dikatakan, Pengamat Politik, Samuel F Silaen menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi melibatkan mahasiswa dalam Satgas Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tugasnya mahasiswa itu belajar dan menuntut ilmu tidak boleh dibebani dengan kewenangan eksekutif yang bukan menjadi ranah akademis,” terang Silaen, Minggu (10/5/2026).
Menurut Silaen, menjadikan mereka Satgas PAD berisiko mengganggu fokus belajar mereka dan Pemerintah tidak bisa memberikan beban target kinerja kepada pelajar lain kecuali magang.
“Justru saya melihat bukannya trobosan, tapi lebih kepada kegalauan Pemerintah Daerah untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Bekasi,” terangnya.
Sehingga, kata Silaen, terkesan ini dijadikan sebagai alat ‘penjinak’ atas kritik keras yang ditujukan kelompok mahasiswa ke Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Mereka harus mengkritisi dan mengawasi kebijakan Pemerintah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pengawas atas pelaksanaan kebijakan Pemerintah tersebut,” ucapnya.
Berdasarkan fungsi dari Undang-Undang (UU) Nomor: 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi, mahasiswa diakui sebagai insan akademis yang bertugas mengembangkan potensi diri.
“Pengembangan potensi diri, menurut UU Nomor: 20 Tahun 2003, merupakan esensi pendidikan untuk menghasilkan manusia dengan kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan.
Selain itu, kata Silaen, Mahasiswa, memiliki peran strategis sebagai kaum intelektual yang berfungsi sebagai agen perubahan (agent of change).
“Selain itu, mahasiswa juga bertindak sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial di masyarakat dengan membawa kepekaan kritis, ilmu pengetahuan serta kejujuran,” imbuhnya.
Mahasiswa, tambah Silaen, harus fokus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi, memanfaatkan bimbingan dosen, serta mematuhi batas masa studi maksimal yang berlaku di Kampus.
“Justru Pemerintah itu memberikan dukungan fasilitas pendidikan agar generasi penerus bangsa diharapkan bisa lebih baik, bukan sebaliknya malah dipekerjakan Pemerintah,” pungkasnya. (Tim)






