BERITA BEKASI – Plt. Bupati Bekasi, DR. Asep Surya Atmaja, memberikan klarifikasi, terkait tudingan bahwa dirinya tidak mau menemui massa aksi mahasiswa saat demonstrasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis 2 April 2026 kemarin.
Sebaliknya kepada awak media, Plt. Bupati Bekasi Asep menegaskan, bahwa dirinya justru berada dikantor dan menunggu perwakilan dari mahasiswa yang melakukan aksi demo untuk berdialog guna menyampaikan duduk masalahnya.
Dijelaskan Asep, pada hari tersebut dirinya memang menerima sejumlah tamu sejak pagi hingga siang hari. Salah satunya adalah rombongan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang datang untuk audiensi dan makan siang bersama.
“Memang siang hari ada tamu, kami makan bersama sampai sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah itu saya tidak pulang, karena mengetahui ada aksi mahasiswa. Saya tunggu mereka karena khawatir ingin bertemu dengan saya,” ujar Asep, Jumat (3/4/2026).
Namun, kata Asep, situasi mulai memanas, sekitar pukul 15.00 WIB ketika Aparat Keamanan masuk ke area kantor. Ia mengaku tetap bertahan di dalam kantor hingga lebih dari satu jam untuk menunggu kondisi kondusif sekaligus membuka ruang dialog.
“Saya bahkan sempat beristirahat di kantor sambil menunggu. Saya minta perwakilan 15 orang masuk ke ruang rapat agar bisa berdiskusi. Aspirasi mahasiswa itu sah,” jelasnya.
Namun, kondisi dilapangan disebutnya semakin tidak terkendali setelah muncul informasi adanya perusakan fasilitas gerbang. Ketegangan di depan kantor membuat situasi dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pertemuan langsung.
“Saya sempat ingin turun, tapi kondisi sudah tidak kondusif. Akhirnya saya putuskan kembali demi keamanan bersama,” jelasnya.
Meski begitu, Asep menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog. Ia akan mengundang perwakilan mahasiswa untuk bertemu secara resmi pada hari kerja berikutnya.
“Saya percaya aspirasi mahasiswa. Saya juga pernah jadi mahasiswa, jadi paham. Kita harus tetap kepala dingin. Saya undang mereka hari Senin untuk berdialog,” tegasnya.
Asep juga menyampaikan bahwa sejumlah tuntutan mahasiswa, seperti evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbaikan infrastruktur, hingga bantuan pendidikan, tengah dalam proses tindak lanjut.
“BUMD sedang saya minta audit, jalan rusak kita benahi, beasiswa juga kita dorong. Semua dinas terkait akan kita panggil untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (Tim)






