BERITA BEKASI – Aksi Walikota Bekasi Tri Adhianto menghentikan langsung proyek galian kabel optik justru menunjukan kegagalannya dalam memimpin (failure of leadership), terkait tata kelola dan pengawasan.
Hal tersebut dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, menyoroti action Walikota Bekasi Tri Adhianto yang viral menghentikan proyek yang berlokasi di Kali Abang Tengah, Kota Bekasi.
“Fakta ini, ini menunjukan lemahnya pengawasan, penegakan aturan serta adanya dugaan pembiaran (apatisme) atau bahkan kongkalikong antara pelaku usaha dan oknum pejabat, sehingga berani main gali tanpa izin tersebut,” kata Dede, Rabu (25/2/2026).
Aktivitas proyek, lanjut Dede, galian sering kali menyebabkan kerusakan jalan raya, kemacetan dan bahaya kecelakaan seperti lubang galian yang dibiarkan selama pekerjaan belum selesai, tanpa memikirkan keamanan masyarakat.
“Kegagalan dalam memastikan tata kelola proyek utilitas yang berkaitan dengan lingkungan dan kepatuhan hukum membuat pengusaha ilegal merasa kebal aturan. Sanksi administratif terhadap pihak yang lalai penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Action, sambung Dede, penghentian yang dilakukan pejabat daerah, seringkali hanya bersifat sementara (yustisi) tanpa solusi permanen, sehingga galian ilegal tersebut bisa muncul lagi baik dilokasi yang sama maupun lokasi berbeda.
“Semoga saja action Walikota Bekasi turun lapangan ini, bukan hanya sekedar mencari viral mengikuti gaya ala KDM Gubernur Jabar, tapi hukum dan aturan benar-benar harus ditegakkan berikan sanksi bagi pihak-pihak yang terlibat baik swasta maupun ASN,” ujarnya.
Sebab, tambah Dede, seringkali pejabat turun ke lapangan hanya menjadi ajang pencitraan yang tidak menyelesaikan akar masalah, bahkan dianggap menyakiti hati rakyat jika tidak diikuti dengan solusi konkret.
“Penegakan aturan lebih utama untuk memberikan kepastian hukum dan efektivitas birokrasi dibandingkan sekadar pencitraan atau aksi simbolis yang justru malah menunjukan kegagalan seorang Kepala Daerah itu sendiri,” pungkasnya. (Roni)






