BERITA BEKASI – Beredar sebuah video seorang wanita nangis sambil marah-marah karena mendapati warungnya akan dibongkar paksa oleh Satpol PP.
“Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem (Mana Kadesnya suruh ke sini, dia minta tidur bareng aku ya mau),” ucapnya sambil teriak-teriak.
“Aku nggak terima, katanya mau dibantu. Di mana kamu Lurah Taslim, Lurah Taslim,” ucapnya dalam bahasa Jawa.
Videonya pun kemudian viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram Azzaamateir pada 22 Februari 2026.
Video tersebut pun memicu emosi publik karena disertai narasi dugaan “janji manis” seorang Lurah atau Kepala Desa di Kabupaten Tegal bernama Taslim yang disebut-sebut ingkar janji.
Usut punya usut video tersebut bukanlah peristiwa baru, tapi kejadian lama pada tahun 2023 yang kembali diunggah dan beredar ulang di media sosial.
Kepada media, Kepala Desa (Kades) H. Taslim yang disinggung dalam video viral tersebut menyatakan bahwa pembongkaran itu ketentuan resmi dari PSDA Provinsi.
“Jadi bukan kebijakan atau program Pemerintah Desa, tapi itu ketentuan resmi dari PSDA Provinsi,” terangnya.
Namun, kata Taslim, saat proses pembongkaran berlangsung salah satu pemilik warung bernama Suheni merasa sangat terpukul dan kecewa hingga menangis histeris.
“Saat mau dilakukan pembongkaran, pemilik warung bernama Suheni, melontarkan kata-kata yang kurang pantas,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan Desa, sebelumnya persoalan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah antara Pemerintah Desa dan pemilik warung.
Munculnya kembali video lama ini menunjukkan bagaimana jejak digital dapat menghidupkan kembali polemik yang sebenarnya telah dinyatakan selesai.
Disisi lain, tudingan serius yang beredar dalam narasi media sosial tetap menjadi isu sensitif yang menyentuh aspek moralitas dan integritas pejabat publik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak yang disebut dalam narasi viral tersebut terkait beredarnya kembali video lama ini.
Publik pun diimbau untuk menyikapi informasi yang beredar dengan bijak dan tidak langsung menarik kesimpulan tanpa klarifikasi yang utuh. (Red)






