BERITA BEKASI – Desakan audit menyeluruh atas keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi kembali redup.
Hal tersebut, dikatakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago menyoal mencuatnya hutang vendor sebesar Rp65 miliar.
“Cuma rame soal hutang vendor Rp65 miliar, tapi berapa pemasukan RSUD CAM Kota Bekasi baik umum maupun jaminan seperti BPJS tidak diungkapkan,” terangnya, Rabu (4/2/2026).
Padahal, kata Delvin, informasi yang diterimanya dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebulan bisa Rp21 miliar atau Rp300 miliar dalam setahun.
“Lah….kan ada pengeluaran atau cash outflow belanja obat dan sebagainya, tapikan juga ada cash inflow uang masuk,” jelasnya.
Dikatakan Dirut RSUD CAM Kota Bekasi, Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM, MARS bahwa Rp65 miliar tersebut berasal dari akumulasi biaya operasional.
“Operasional yang dimaksud untuk belanja obat-obatan gas medis, kebutuhan laboratorium dan bahan habis pakai lainnya,” tutur Delvin.
Akibatnya, lanjut Delvin, bonus karyawan berupa remunerasi dikabarkan harus dipotong dan menimbulkan keresahan internal.
“Pastinya akan muncul nantinya kekhawatiran masyarakat akan terganggunya operasional dan layanan Rumah Sakit,” imbuhnya.
Untuk itu, tambah Delvin, pihaknya meminta Aparat Penegak Hukum (APH), melakukan audit dan penelusuran secara menyeluruh.
“Harus audit keuangan untuk memeriksa transparansi dan tata kelola, mengingat RSUD memiliki kunjungan pasien tinggi dan dukungan anggaran dari APBD,” pungkasnya. (Roni)






