BERITA BEKASI – Di daerah-daerah yang memiliki topografi curam dipinggir kali besar atau sungai adalah tempat dimana proyek dengan sistem bored pile sangat diandalkan untuk jangka panjang.
Hal tersebut dikatakan, Koordinator Aktivis Mahasiswa Indonesia (AMI), Salman, menyoroti amblasnya proyek Dinding Penahan Tanah (DPT) di Kp. Ranca Iga, Desa Cipayung, Kabupaten Bekasi.
“Sebelumnya kita menyalahi factor alam sebaiknya dilakukan dulu uji teknis terhadap proyek yang dikerjakan CV. Rainy’s Crown Abadi tersebut,” terang Salman, Jumat (30/1/2026).
Dikatakan Salman, bored pile sering digunakan untuk menstabilkan tanah ditebing sungai yang mengalami erosi atau tanah longsor seperti penanganan longsor di tepi jalan.
“Kalau memang proyek tersebut sudah memakai bored pile apakah sudah sesuai dengan kondisi melalui uji sondir tanah dan PDA Test guna memverifikasi integritas tiang,” ucapnya.
Bore pile, lanjut Salman, mampu menahan posisi tiang dalam kondisi stabil dan mencegah pergeseran lateral akibat tekanan tanah aktif dari beban dibelakang DPT atau arus sungai.
“Jadi kalau menurut warga setempat proyek senilai Rp10 miliar dengan panjang kurang dari 300 meter baru 4 bulan selesai sudah amblas perlu diuji,” tegas Salman.
Sebab, kata Salman, dugaan korupsi di sektor infrasetruktur berdampak langsung pada keselamatan publik, kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi.
“Proyek infrastruktur sering dijadikan sasaran empuk korupsi karena nilai anggarannya yang fantastis dan kompleksitas proyeknya,” imbuhnya.
Salman berujar, praktik korupsi, menyebabkan penurunan kualitas infrastruktur secara drastis, meningkatkan risiko kegagalan struktur.
“Kejaksaan Agung dan KPK terus memperketat pengawasan, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku korupsi infrastruktur,” ujarnya.
Korupsi di bidang ini, tambah Salman, bukan sekadar angka kerugian uang, melainkan merampas hak masyarakat atas infrastruktur yang aman dan layak.
“Setelah nanti proyeknya diuji ternyata ada temuan maka AMI mendesak APH baik Kejaksaan mau KPK untuk segera mengambil tindakkan,” pungkasnya. (Tim)






