BERITA BEKASI – Konsep wisata atau kuliner yang jelas adalah fondasi utama bagi keberlangsungan “sustainability” usaha, bukan hanya sekedar gebrakan semata tanpa arah.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menyoroti rencana Grand Opening Wisata Air Kalimalang.
“Sampai sekarang kita ngak tahu seperti apa konsep Wisata Air Kalimalang. Tahu-tahu sudah 87 container yang sudah disiapkan untuk kuliner,” terang Delvin, Jumat (23/1/2026).
Dikatakan Delvin, dalam industri kuliner dan pariwisata yang sangat kompetitif, konsep yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik, tetapi juga menjamin konsistensinya.
“Jangan nanti PT. Mitra Patriot atau PTMP sudah keluar modal banyak lagi seperti pengadaan Bus Trans Patriot rame diawal buntutnya mangkrak lagi, modal lagi habis bahkan terhutang” ujarnya.
Delvin berujar, belakangan kencangnya sorotan terhadap PTMP, bukan karena tidak mendukung atau sentimen, tapi berkaca dari kegagalan PTMP sebelumnya.
“Sekarang PTMP dituntut untuk terbuka dan transparan, sehingga diharapkan banyak mendapatkan masukan. Jangan nanti tahunya saat kandas dan terhutang lagi,” sindirnya.
Lebih jauh Delvin mengatakan, wisata kuliner yang terkonsep dengan baik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Selain itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Tanpa konsep yang fokus, bisnis sulit menjangkau target audiens yang sesuai,” ujarnya.
Sebab, kata Delvin, konsep yang jelas dapat membantu pelaku usaha mempromosikan produk secara efektif kepada konsumen yang tepat.
“Ini kita ngak tahu konsepnya seperti apa? jangan sampai nanti hanya ramai diawal selanjutnya hanya jadi tempat nongkrong ngak jelas yang menimbulkan masalah baru,” tuturnya.
Masih kata Delvin, ditengah banyaknya pesaing, konsep yang kuat memberikan keunggulan kompetitif atau unique selling proposition yang membuat usaha tetap relevan dan diminati.
“Kita aja ngak paham apa yang mau didagangkan, termasuk jam operasionalnya buka maupun tutup jam berapa juga tahu. Begitu juga persoalan parkir dan keamanan,” imbuhnya.
Ditambahkan Delvin, konsep yang tidak konsisten atau hanya ikut-ikutan tren sering kali menyebabkan kegagalan bisnis dan harus menanggung risiko operasional yang tinggi.
“PTMP diharapkan bisa melakukan perencanaan konsep matang dan memahami why, how, dan what dari bisnisnya sebelum meluncurkan usaha tersebut,” pungkas Delvin. (Roni)






