BERITA BEKASI – Persoalan sampah memang kompleks dan dihadapi oleh hampir semua wilayah, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Kepada Matafakta.com, Abdul Rofiq warga Perumahan VGH, Kebalen, Kecamatan Babelan mengatakan, viral sampah Kebalen rupanya datang dari warga Tarumajaya bernama Pera.
“Saya kira warga Kebalen rupanya warga Tarumajaya. Apa di Kampungnya sendiri sudah bebas sampah kali ya? Sehingga soroti kampung orang,” sindir Rofiq, Kamis (1/1/2026).
Persoalam sampah, kata Rofiq, bukan hanya masalah lokal, tapi juga global yang memerlukan perhatian serius dan solusi terkoordinasi dari berbagai pihak.
Ala viral-viral Pera warga Tarumajaya sampai mengundang Gubernur Jabar, KDM yang langsung memerintahkan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja turun kelapangan.
“Aturannya sekalian KDM atensikan Plt Bupati Bekasi juga kunjungi Tarumajaya Kampungnya Pera apakah diwilayahnya sudah beres persoalan sampah,” tutur Ropiq.
Sebab, sambung Ropiq, sangking pedulinya seorang Pera dengan wilayah Kebalen sampai jual anak kambing peliharaannya untuk mengadu ke KDM.
“Kalau sampai jual anak kambing hanya untuk ngadu dan virali TPS liar di wilayah Kebalen itumah sudah ditutup setahun yang lalu pasca ‘Ki Jaga Kali’ datang ke lokasi,” ungkapnya.
Alih-alih Plt Bupati Bekasi kena prank Lurah dan Camat justru sebaliknya Pera lah yang sudah prank Gubernur Jabar KDM sama Plt Bupati Bekasi.
“Lokasi itu sudah ditutup setahun yang lalu. Kalau ada kiriman 20 gerobak sampah ke Kantor Kelurahan Kebalen itu ada persoalan lain yang tidak dipahami si Pera,” ujarnya.
Karena Pera, lanjut Ropiq, bukanlah warga Kebalen, tapi rupanya warga Tarumajaya, sehingga yang bersangkutan, tidak memahami konflik urusan sampah di Kebalen.
“Aksi viral-viral Pera cukup menyudutkan. Padahal, bicara persoalan sampah bukan hanya di Kebalen mungkin di Tarumajaya juga masih,” pungkas Ropiq. (Hasrul)






