BERITA BEKASI – Sidak Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi bersama unsur Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis 18 September 2025 lalu dinilai hanya sidak seremonial.
Pasalnya, proyek pembangunan RS. Viola yang berlokasi di Jalan Raya Pondok Ungu Permai Sektor 5 No. 22-26 Blok A1, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, hingga kini terus berjalan.
Hasil sidak terungkap sejumlah perizinan RS. Viola dinyatakan belum lengkap, termasuk 600 meter sisa lahan yang sudah dibangunnya ternyata juga masih dalam proses perizinan.
Dalam sidaknya, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Camat Babelan dan Lurah Bahagia.
Sidak tersebut fokus pada peninjauan dokumen perizinan dan pengelolaan limbah yang sekarang tengah dalam pemugaran setelah dibeli dari pemilik lama yaitu “Klinik Sayang Bunda”.
Menanggapi hal itu, Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi kembali menanggapi dengan mengatakan, sudah menjadi hal biasa gaya-gaya para pejabat di Kabupaten Bekasi.
“Awalnya heboh sidak turun kelapangan, tapi udahannya ya begitu ngak ada ending akhir atau tindakkan tegas bagi pengusaha yang melanggar aturan,” sindirnya, Jumat (19/12/2025).
Faktanya, sambung Dede, ternyata proyek pemuggaran bangunan dari “Klinik Sayang Bunda” menjadi sebuah Rumah Sakit (RS) hingga kini masih berjalan tanpa hambatan.
“Jangan-jangan RS. Viola juga tidak mengantongi kajian Analisis Dampak Lalu Lintas atau Andalalin mengingat lahan parkirnya sangat terbatas untuk sekelas sebuah RS,” tuturnya.
Masih kata Dede, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memiliki tanggung jawab, bukan hanya kepada pengusaha yang berinvestasi, tapi juga kenyamanan bagi warga sekitar.
“Warga sekitar itukan masih complain dengan keberadaan pembangunan atau pemuggaran RS. Viola. Salah satunya soal bau menyengat yang keluar dari exhaust udara RS. Viola,” jelasnya.
Untuk itu, tambah Dede, sekali lagi pihaknya mendesak Pemerintah Daerah jika RS. Viola belum memenuhi perizinan dan penyelesaian dengan warga setempat segera lakukan penyeggelan.
“Kalau ini tidak dilakukan wajar public curiga bahwa sidak kemarin hanya sekedar seremoni agar pengusaha RS. Viola maaf merapat dalam tanda kutif,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan Humas RS. Viola ketika dikonfirmasi Matafakta.com, tidak memberikan jawaban hanya membalas “Selamat siang mas, terima kasih atas infonya”. (Roni Mahendra)






