BERITA BEKASI – Menarik ketika mengetahui dari salah satu pemberitaan media bahwa realisasi belanja pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Bekasi yang mencapai Rp113 miliar lebih.
Hal tersebut dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, menyoroti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Nomor: 47.A/LHP/XVIII.BDG/05/2024 atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
“Disebutkan, terealisasi Rp110 miliar lebih atau 89,07 persen dari anggaran yang sebagian besar dana jumbo ini ditengarai habis untuk biaya kontrak, kemitraan media dan operasional harian. Belanja modal terealisasi Rp2,9 miliar lebih atau 98,64 persen,” jelasnya, Senin (1/12/2025).
Sementara, lanjut Dede, masih banyak rekan media yang mengeluhkan betapa sulitnya untuk menjalin kerjasama atau mendapatkan kemitraan media di Diskominfo Kabupaten Bekasi. Namun faktanya serapan anggaran Diskominfo mencapai Rp113 miliar lebih.
“Inspektorat dan Kejaksaan harus turun tangan memeriksa apakah sudah benar kemitraan media yang sudah dijalani. Misalnya keaktipan, badan hukum, reting atau jumlah pembaca medianya. Khwatir jangan-jangan pada buat media sendiri biat dapat anggaran yang lain terganjal,” sindir Dede.
Sebab, sambung Dede, informasi yang diterimanya diduga ada oknum yang menguasai yang berperan sebagai calo iklan dan advetorial media yang paling banyak mendapatkan kerjasama media di Diskominfo Kabupaten Bekasi.
“Sehingga banyak mitra media atau rekan media yang aktif medianya dalam pemberitaan sesuai dengan fungsi selaku kontrol, malah sulit untuk mendapatkan kerjasama media atau kemitraan di Diskominfo Kabupaten Bekasi,” ulasnya.
Tapi hari ini, tambah Dede, cukup kaget juga ketika membaca ada berita dari salah satu media online bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2023, Diskominfo terealisasi Rp113.132.884.344,00.
“Perlu juga menjadi perhatian serius realisasi Rp113 miliar lebih itu untuk apa saja, karena banyak mitra media yang sulit mendapatkan kerjasama media atau kemitraan media di Diskominfo Kabupaten Bekasi, tapi serapannya cukup fantastis,” pungkasnya. (Mul)






