BERITA BEKASI – Rencana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 menutup akses keluar masuk pintu Selatan Stasiun Bekasi mulai Jumat 28 November 2025 menuai protes.
Pasalnya, dengan ditutupnya akses pintu Selatan Stasiun Bekasi, penumpang atau pengguna Kereta Api mengaku, harus memutar dan menyeberang rel untuk masuk ke Stasiun Bekasi.
“Sebenarnya kita sebagai penumpang sangat keberatan,” terang Dwi ketika diwawancarai Matafakta.com di Stasiun Bekasi, Senin (24/11/2025).
Sebab, kata Dwi, dengan ditutupnya akses pintu Selatan Stasiun Bekasi disisih Jalan Ir. H. Juanda, dirinya harus memutar dan menyeberangi rel Kereta Api.
“Pastinya bagi kita yang sudah kepepet waktu ngejar jadwal Kereta, harus mutar lagi nyeberang rel. Nambah waktu, nambah tenaga lagi,” tandas Dwi.
Hal senada juga dikatakan, Via yang berharap akses pintu Selatan Stasiun Bekasi pada Jumat 28 November 2025 mendatang tidak jadi ditutup pihak PT. KAI maupun Dinas Perhubungan (Dashub) Kota Bekasi.
“Kalau bisa mah jangan. Sebab, kalau akses pintu Selatan Stasiun Bekasi ditutup, bukan hanya saya penumpang lain pun pasti keberatan, karena kita harus memutar lagi,” tungkasnya.
Seperti diketahui, kebijakan ini bagian dari upaya pengaturan dan penertiban arus lalu disekitar lintas Stasiun Bekasi.
“Uji coba rekayasa penutupan dan pengalihan akses akan dimulai pukul 00.01 WIB,” kata Manager Humas PT. KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, Kamis, 20 November 2025 lalu.
Selama masa penutupan, seluruh akses masuk-keluar penumpang dan area parkir sepeda motor dialihkan ke Jalan Raya Perjuangan (Pintu Utama Stasiun Bekasi) dan Jalan Pusdiklat.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi kondisi lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda yang kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam sibuk.
Kemacetan memicu banyaknya kendaraan yang berhenti diruas Jalan sisi Stasiun Selatan. Ia pun mengimbau para penumpang mematuhi aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
“Berhenti, tengok kiri dan kanan, pastikan tidak ada kereta yang sedang lewat, tidak menerobos pintu perlintasan dalam kondisi apa pun dan utamakan keselamatan,” pungkasnya. (Ronny)






