BERITA BEKASI – “Apa yang beres dalam tata kelola Pemerintah Kota Bekasi, kecuali dalam giat seremonial dan viral-viral akun Tiktok ala KDM”.
Sindiran itu disampaikan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi menyoroti kualitas air hasil uji laboratorium dari PAM JAYA terkait air Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi.
“Hasilnya, kualitas air belum memenuhi standar baku mutu air minum sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Nah gimana itu pak Walikota Bekasi,” kata Dede, Kamis (13/11/2025).
Berdasarkan laporan hasil laboratorium PAM Jaya, parameter CFU-100 ml atau Colony Forming Units per 100 milliliters menunjukkan adanya pertumbuhan koloni bakteri.
“Nilai tersebut seharusnya nol CFU-100 ml untuk kategori air minum layak konsumsi, sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor: 492/Menkes/Per/IV/2010, tentang Kualitas Air.
Dede pun mengaku, tidak kaget karena pejabat yang ditempatkan di PDAM Tirta Patriot memang bukan karena bidangnya, tapi disinyalir karena kepentingan politik.
“Sampai kapan pun juga Kota Bekasi tidak akan mengalami perubahan kearah yang lebih baik kalau pola-pola seperti itu masih dijalankan,” sindirnya.
Bayangkan, kata Dede, kualitas air bersih untuk konsumsi kebutuhan pokok masyarakat konsumen warga Kota Bekasi tidak terjaga terlebih lagi kaitan dengan kesehatan.
“Gimana yang hal yang lain. Kalau ini saja abai padahal sangat penting kaitan kebutuhan pokok air bersih untuk masyarakat konsumen Kota Bekasi,” ulasnya.
Ngak kurang-kurang, tambah Dede, kelompok social control di Kota Bekasi bersuara mulai dari Pengamat, Ormas, LSM dan Media tidak pernah didengar.
“Ya yang kelihatan bagus cuma di akun Tiktok dan kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial aja berbeda dengan kenyataan ataupun fakta lapangan,” pungkas Dede. (Ronny)






