BERITA BEKASI – Pro kontra, positif dan negatif cerita seputar mutasi 250 Jabatan dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.
Hal itu diutarakan Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago yang ikut menyoroti.
“Ada yang bercerita antara basah dan kering. Dibulak balik orangnya,” terang Delvin ketika berbincang ringan dengan Matafakta.com, Jumat (31/10/2025).
Mungkin, kata Delvin, hampir sama apa yang telah dilakukan Pj Walikota Bekasi sebelumnya dan hari ini dikembalikan keposisi yang kering.
“Ada pula orang-orang yang merasa berjuang memenangkan dimassa Pilkada. Meski fakta itu sulit didapat, tapi runutan proses perjalanan bisa dikatakan seperti itu,” tuturnya.
Sama halnya, sambung Delvin, dengan tudingan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya, terkait dugaan jual beli jabatan yang kemudian dibantah Walikota Bekasi, Tri Adhianto.
“Sama juga, sulit dibuktikan, tapi bisa dirasa baik dari curhatan dan ungkapan kekecewaan, namun sayangnya, tidak siap untuk dibongkar,” ucapnya.
Lebih jauh Delvin mengatakan, salah satu yang mencolok ketika adik kandung dan adik ipar Walikota Bekasi mendapatkan posisi basah yakni, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Bapenda.
“Ini yang nyatanya aja sulit dibuktikan bahwa kedua posisi adik kandung dan adik ipar Walikota Bekasi itu tidak hasil KKN apalagi yang tidak nyata,” sindir Delvin.
Masih kata Delvin, sementara khususnya kelompok masyarakat social control hanya bisa menilai atau melihat kinerja kedepannya seperti apa?.
“Apakah ada peningkatan atau malah sebaliknya jadi ladang kemalasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Tapi, tambah Delvin, apapun ceritanya yang sangat disayangkan adalah bagi mereka yang bekerja baik serta tegak lurus sesuai amanah justru tidak mendapakan apresiasi atau kenaikan.
“Ini yang paling sedih yang akhirnya menghabat sebuah birokrasi yang baik untuk memberikan pelayananan prima terhadap masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya. (Ronny)






