BERITA BEKASI – Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, mengapresiasi gelaran Dialog Public dan Diskusi Media bertema “Transparansi CSR di Kota Bekasi” yang digelar PWI Bekasi Raya pada Kamis 9 Oktober 2025 lalu.
Tapi sayangnya, kata Dede, Walikota Bekasi, Tri Adhianto yang diundang tidak hadir hanya mengirim kan utusannya yakni, Kepala Bappelitbangda Kota Bekasi, Dr. Dicky Irawan, ST, MT, hadir mewakili Walikota.
“Panitia buat tema Transparansi CSR di Kota Bekasi ya Walikota ngak akan datanglah. Padahal, disitu kesempatan kalau memang mau transparan. Kan bisa memberikan jawaban,” terang Dede menanggapi Matafakta.com, Senin (13/10/2025).
Menurut Panitia Dialog Publik dan Diskusi Media bahwa ketidakhadiran Walikota Bekasi, Tri Adhianto dalam undangan, karena mendadak dipanggil Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang tidak dapat diwakilkan.
“Nah…kalau itu alasannya ya hanya Walikota Bekasi, Tri Adhianto yang tahu kalau mendadak dipanggil Gubernur Jawa Barat, KDM. Intinya soal CSR di Kota Bekasi boleh dibilang misteri dari dulu,” sindir Dede.
Untuk itu, sambung Dede, pihaknya mengapresiasi Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya bersama Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) secara resmi membentuk Tim Investigasi CSR Independen.
“Walikota Bekasi, Tri Adhianto, telah melewatkan kesempatan emas untuk membangun kepercayaan public, terkait tata kelola Corporate Social Responsibility atau CSR di Kota Bekasi yang dinilai penuh misteri,” ulasnya.
Ketidakhadiran Walikota Bekasi di Dialog CSR dan Diskusi Media menjadi perbincangan, karena pada saat yang sama, Tri Adhianto dilaporkan menghadiri acara lain yaitu membagikan makanan kepada warga dan pengemudi ojek daring.
“Ketidakhadiran Walikota Bekasi, Tri Adhianto, dalam dialog publik CSR memicu kritik dan kekecewaan serta menyoroti isu transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana CSR di Kota Bekasi selama ini,” jelasnya.
Untuk itu, tambah Dede, pihaknya mendukung penuh pembentukan Tim Investigasi CSR Kota Bekasi, PWI Bekasi Raya dengan LSM LAKI untuk menjawab kegelisahan warga Kota Bekasi mengenai ketertutupan dalam pelaksanaan CSR.
“Ketidakhadiran Tri Adhianto, menimbulkan sorotan dan kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk dari PWI dan beberapa tokoh public yang menginginkan pejelasan langsung dari Walikotanya,” pungkas Dede. (Ronny)






