Warga Bekasi Patungan Rp10 Ribu, Mahamuda: Pusat Abai, Pemkab Lemah

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Aktivis Mahamuda, Jaelani Nurseha

Photo: Aktivis Mahamuda, Jaelani Nurseha

BERITA BEKASI – Aksi satir muncul di Kabupaten Bekasi. Warga diajak patungan Rp10 ribu untuk ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kabupayten (Pemkab) Bekasi.

Gerakan ini bukan soal jumlah uang, melainkan simbol protes atas pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, sekaligus sindiran terhadap lemahnya Pemkab Bekasi dalam memperjuangkan hak fiskal daerahnya.

Aktivis Mahamuda, Jaelani Nurseha, menilai kebijakan pusat memangkas TKD menunjukkan sikap abai terhadap masyarakat Bekasi.

“Bekasi penyetor pajak triliunan, bahkan mungkin ratusan triliun ke pusat. Tapi transfer keuangan daerah yang hanya Rp3,7 triliun justru dipotong. Bagaimana Pemkab bisa mengurus lebih dari 3 juta warganya kalau kondisi ini dibiarkan?,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Jaelani juga menyoroti ketidakmampuan Pemkab Bekasi melobi Pemerintah Pusat.

“Yang lebih menyedihkan, Pemkab Bekasi hanya diam. Tidak ada upaya serius. Rakyat akhirnya yang turun tangan dengan cara satir: patungan Rp10 ribu. Ini tamparan keras untuk Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sebagai catatan, dalam RAPBN 2026, TKD nasional dipangkas dari Rp864,1 triliun menjadi Rp650 triliun atau turun 24,8 persen.

Kabupaten Bekasi diperkirakan kehilangan alokasi sekitar Rp1,5 triliun, padahal TKD menyumbang hampir 45 persen dari APBD 2025.

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang menyatakan pihaknya menyiapkan langkah strategis agar pembangunan tidak terhambat, termasuk menggali sumber pendapatan lokal baru. Salah satu opsi yang tengah digodok adalah penerapan retribusi limbah industri logam.

Meski begitu, Mahamuda menilai Pemkab Bekasi harus lebih tegas memperjuangkan kepentingan rakyat Bekasi di hadapan Pemerintah Pusat.

“Kalau terus dibiarkan, rakyat lagi-lagi jadi korban, Pemerintah Pusat Pelit!,” pungkas Jaelani. (Hasrul)

Berita Terkait

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar
Panitia Pilkades Kedung Waringin Serahkan Nomor Urut Para Calon Kepala Desa
Panitia Pilkades Waringinjaya Kabupaten Bekasi Tetapkan Empat Calon
Panitia Pilkades Karangsambung Serahkan Nomor Urut Calkades

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Jumat, 11 September 2026 - 20:01 WIB

Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai

Jumat, 11 September 2026 - 09:07 WIB

Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB