BERITA BEKASI – Setelah Aliansi Rakyat Miskin Kota (ARMK) melakukan aksi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, mereka melakukan konvoi ke kantor Walikota Bekasi.
Mereka berorasi dari mobil komando meminta Warga Kota Bekasi untuk memperhatikan prilaku Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Walikota Bekasi, Tri Adhianto.
Setelah itu, massa aksi melanjutkan perjalanan kearah Tol Barat tak jauh dari Mall Mega Bekasi dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Periksa dan Adili Walikota Bekasi, Istrinya dan Pejabat Korup“.
Massa aksi juga membagikan selebaran agitasi kepada para pengguna jalan yang lewat sekitar lampu merah Tol Barat Kota Bekasi dan melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Kota Bekasi.
Didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Bekasi, massa aksi kembali membentangkan spanduk yang tidak diperkenankan oleh Satpol-PP yang bertugas.
“Walikota Bekasi sudah sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya,” kata Aldo dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Menanggapi hal itu, Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi mengatakan, aksi yang dilakukan massa sebagai kontrol berbagai persoalan dugaan korupsi yang mewarnai Kota Bekasi.
“Seperti penuntasan kasus pengadaan alat olahraga pada Dispora Kota Bekasi, penyertaan modal beberapa BUMD, KONI dan yang pencolok memposisikan adik dan iparnya ditempat yang basah,” sindirnya.
Dede pun, mempertanyakan pungsi atau keberadaan DPRD Kota Bekasi sebagai control, terkait kinerja Eksekutif yakni, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
“Legislatif pungksinya bukan hanya ketok palu, tapi juga mengawasi dan mengontrol yang sudah disepakati dengan pihak Eksekutif,” pungkasnya. (Ronny)






