BERITA BEKASI – “Ngoten silahkan aja, tapi ngak perlu berlebihan untuk mencari bahan sebuah konten. Silahkan aja ngonten.”
Hal itu dikatakan Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim (ARH) asal PDIP menanggapi laporan rekan sejawadnya Anggota Komisi 4, Ahmadi atau biasa disapa Madong asal PKB.
“Apa itu mentoyor saya ngak paham. Apalagi info yang sampai ke saya katanya sampai jatoh. Padahal cuma noel atau colek topinya aja,” kata Arif kepada Matafakta.com, Selasa (23/9/2025).
Ahmadi itu, kata Arif atau biasa dipanggil Madong adalah sahabat, sama-sama orang Bekasi. Kadang kerumah. Arif mengaku, tidak tahu maksudnya apa membesar-besarkan persoalan ini.
“Semua yang kita bahas selaku pihak Legislatif adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan dia aja yang memikirkan masyarakat Kota Bekasi. Biar viral gitu, cuma dia yang mikiri,” sindir Arif.
Sebenarnya, lanjut Arif, ngak ada masalah mau ditetapkan Rp6,8 triliun atau Rp7,2 triliun APBD 2026, masing-masing punya dasar dan argument, bukan asal bunyi alias asbun.
“Silahkan aja sampaikan, tapi jangan menuding orang menghalangi untuk kepentingan rakyat. Kita bicara realistis melihat kondisi sekarang, kalau lebih dapatnya bagus tingggal dibahas lagi,” jelasnya.
Kalau bicara etika, sambung Arif, mungkin tidak perlu diajarkan lagi, karena bukan orang baru duduk dikursi Legislatif bahkan sudah kenyang beroganisasi jadi tahu soal itu.
“Tapi ketika ini dibesar-besarkan jadilah masalah. Oleh karena itu saya ngikuti maunya gimana mau cari-cari masalah hayoo kita saling bukaan biar masyarakat juga tahu,” imbuhnya.
Selain itu, Arif pun mengaku kecewa dengan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi selaku pimpinan rapat yang tidak bisa menengahi atau bersikap malah pergi meninggalkan ruangan.
“Maksudnya gimana tu apa sengaja biar situasi terlihat kacau atau gimana? Harusnya pimpinan rapat bisa bersikap atau menanggapi pandangan, bukan malah pergi begitu aja,” tuturnya.
Bahkan, sambung Arif, informasi yang di dapatnya besok DPRD Kota Bekasi, sudah akan menggelar Paripurna. Padahal rapat Badan Anggaran (Banggar) belum menetapkan apa-apa.
“Infonya begitu besok dah gelar Paripurna padahal rapat Banggar kemarin belum ada penetapan apa-apa, sudah mau gelar Paripurna. Kacau amat,” pungkas Arif. (Ronny)






