BERITA BEKASI – Dwiti Ayuningtyas warga Kabupaten Bekasi yang mendapati susu Frisian Plag yang diduga sudah kedaluarsa belum masuk masa espayed mendadak berubah sikap.
Kepada Matafakta.com, Dwiti dengan nada penuh ketakutan meminta berita terkait dugaan kedaluarsa susu Frisian Plag belum masa espayed dicabut.
“Saya mohon pak berita Frisian Plag dicabut aja. Udah saya ngak mau melanjutkan masalah ini lagi,” ucap Dwiti yang didampingi kedua orang tuanya, Jumat (1/8/2025) malam.
Sikap Dwiti, berubah seketika dari sebelumnya dimana Dwiti semangat mengungkapkan kekecewaannya mendapati susu Frisian Plag yang dibelinya di Alfamidi, Cibuntu, bermasalah.
“Rasanya pahit, mula-mual bahkan sampai mengalami muntah pak,” kata Dwiti ketika dikonfirmasi langsung Matafakta.com pada Selasa 29 Juli 2025 lalu.
Namun sekarang semangat Dwiti terkait kekecewaannya buntut dari pembelian susu Frisian Plag diduga berubah rasa (bermasalah) mendadak berubah menjadi rasa ketakutan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Bekasi (FKMPB), Eko Setiawan mengatakan, Dwiti ketakutan karena pihak Frisian Plag selalu menghubunginya.
“Ya, maklum lah namanya perempuan seorang guru SD yang tak jauh dari gerai Alfamidi tempat Dwiti beli susu yang diduga bermasalah itu. Mentalnya belum siap,” kata Eko, Sabtu (2/8/2025).
Dikatakan Eko, seharusnya Dwiti tak perlu takut, karena memang susu Frisian Plag yang dibelinya dari Alfamidi tak jauh dari sekolah tempatnya mengajar tersebut memang bermasalah.
“Kan pihak Frisian Plag sudah menghubungi Dwiti dengan memberikan alasan dikemasannya ada lobang sejarum, sehingga terpapar bakteri hingga cerita soal proses pengiriman,” ujarnya.
Frisian Plag sendiri, lanjut Eko, tidak memberikan lab-nya hasil uji sempel yang mereka ambil yakni, produk susu Frisian Plag yang dibeli Dwiti di Alfamidi Cibuntu, Kecamatan Cibitung.
“Harusnya diberikan dong hasil lab-nya jadi tahu kandungan atau tingkat bahayanya sudah berbakteri atau racun dari susu yang sudah keminum sama keluarganya Dwiti itu, baru feer,” sindir Eko.
Kalau sekarang, tambah Eko, mau gimana karena sempel susu yang diduga bermasalah itu sudah diambil pihak Frisian Plag untuk diuji lab di Frisian Plag Indonesia, tapi hasilnya tidak tahu.
“Sayangnya tidak ada sempel susu yang tersisa atau tertinggal kalau ngak kita uji aja secara mandiri dan hasilnya jika memang berbahaya buat kesehatan tinggal dilaporkan,” pungkas Eko. (Hasrul)






