BERITA BEKASI – Bicara tarot jawabannya ada tiga yakni, terdapat kesyirikan, menipu dan tidak memiliki dasar dan menjauhkan manusia dari sikap tawakal kepada Allah SWT.
“Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”
“Hadist itu bisa dilihat pada surat Lukman ayat 34, HR. Ahmad dan Al-Hakim. Wallahu a’lam,” kata KH. Abdul Ghofur, MA, M.Ud menanggapi Matafakta.com, Senin (23/6/2025).
Tarot, lanjut KH. Abdul Ghofur adalah satu set kartu yang sering digunakan untuk meramal atau membaca nasib yang berasal dari Eropa abad ke-15.
“Kartu tarot awalnya digunakan untuk permainan biasa, namun seiring waktu berkembang menjadi alat ramalan. Tarot berjumlah 78 kartu yang terbagi, Arcana Mayor dan Arcana Minor,” tuturnya.
Namun, penting dipahami bahwa tarot bukanlah alat yang benar-benar bisa memprediksi masa depan secara pasti, karena bagi kita ummat muslim itu sesungguhnya adalah rahasia Allah SWT.
“Katakanlah: ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. QS. An-Naml: 65,” ulas KH. Abdul Ghofur.
Jadi, lanjut KH. Abdul Ghofur, sangat jelas bahwa menggunakan tarot untuk meramal masa depan bertentangan dengan ajaran Islam yang mengedepankan keimanan kepada Allah SWT.
Lebih jauh KH. Abdul Ghofur menegaskan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendatangi seorang peramal dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari,” imbuhnya.
“Hadis ini mengingatkan kita mencari tahu masa depan melalui peramal, termasuk tarot, dapat menjauhkan kita dari ibadah. Betapa pentingnya menjaga keyakinan kita hanya kepada Allah SWT,” tandasnya.
Seperti diketahui, ramai istri Walikota Bekasi yakni, Wiwiek Hargono diketahui mengikuti pelatihan kartu tarot, berdasarkan beberapa postingan yang tampak diakun Instagram @tarot_nusantara.
Foto-foto dan video dalam akun tersebut menunjukkan, Wiwiek Hargono tengah asik mempelajari cara membaca dan meramal dengan menggunakan kartu tarot dalam sesi pelatihan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kota Bekasi, KH. Saifuddin Siroj menegaskan, praktik menggunakan kartu tarot, bertentangan dengan ajaran Islam dan berpotensi mengarah pada perbuatan syirik.
Menurut KH. Saifuddin Siroj, segala bentuk ramalan dan prediksi menggunakan alat-alat tertentu, tidak diperkenankan dalam ajaran Islam.
“Dalam ajaran agama Islam, itu (kartu tarot) tidak boleh, sama dengan ngundi nasib itu,” pungkas KH. Saifuddin menanggapi awak media. (Irwan)






