BERITA BEKASI – Istri seorang pemimpin memang diharapkan dapat memberikan contoh yang baik dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Hal itu dikatakan, Sekjen Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko, menyoroti istri Walikota Bekasi, Wiwiek Hargono kedapatan mengikuti pelatihan kartu tarot.
“Karena pemimpin dan keluarganya seringkali menjadi sorotan publik dan diharapkan bisa menjadi panutan bagi orang lain,” kata Heru menanggapi Matafakta.com, Sabtu (21/6/2025).
Dengan menjaga prilaku, tutur kata dan sikapnya dapat memberikan contoh yang baik dan membantu membangun citra positif bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat Kota Bekasi.
“Celaka nanti kalau masyarakat awam mempercayakan nasibnya dengan kartu tarot. Sebab, dikwatirkan akan jauh dari ajaran Islam. Inikan contoh yang tidak mendidik atau mengedukasi masyarakat,” ucapnya.
Menurut Heru, tarot merupakan alat ramalan yang menggunakan serangkaian 78 kartu bergambar tertentu, sebagai cara untuk mengintip ke masa depan atau memeriksa aspek tersembunyi dari suatu situasi.
“Jadi kalau kartu tarot digunakan sebagai media meramal masa depan maka termasuk hal yang menyalahi ajaran syariat Islam. Sebab, apa yang terjadi pada esok hari adalah rahasia Allah SWT,” tandasnya.
Seperti diketahui, istri Walikota Bekasi, Wiwiek Hargono diketahui mengikuti pelatihan kartu tarot, berdasarkan beberapa postingan yang tampak diakun Instagram @tarot_nusantara.
Foto-foto dan video dalam akun tersebut menunjukkan, istri Walikota Bekasi Wiwiek Hargono yang sedang asik mempelajari cara membaca dan meramal menggunakan kartu tarot dalam sesi pelatihan.
Menanggapi hal itu, Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj menegaskan bahwa praktik menggunakan kartu tarot, bertentangan dengan ajaran Islam dan berpotensi mengarah pada perbuatan syirik.
Menurutnya, segala bentuk ramalan dan prediksi menggunakan alat-alat tertentu, tidak diperkenankan dalam ajaran Islam.
“Dalam ajaran agama Islam, itu (kartu tarot) tidak boleh, sama dengan ngundi nasib itu,” pungkas KH. Saifuddin saat diwawancara dikutif dari laman Inijabar.com.
Sebelumnya, Bareskrim Polri juga diminta tuntaskan perkara penggunaan identitas ganda istri Walikota Bekasi, Tri Adhianto yakni, Dwi Setyowati, S. Kom, MM alias Wiwiek Hargono.
Perkara identitas ganda istri Walikota Bekasi tersebut, sempat heboh dan menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Kota Bekasi, setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh salah satu Ormas di Kota Bekasi. (Bogel)






